Episode 76: Awal yang Baru, Ujian yang Baru

 


Pagi yang Menenangkan

Setelah malam penuh ketegangan, pagi di salon terasa lebih damai. Polisi telah mengamankan Karin dan Lila, membuat ancaman terhadap Nadia dan salon mereda. Raka meyakinkan Nadia bahwa masalah ini hampir selesai.

“Mereka tidak punya ruang gerak lagi. Kita hampir selesai, Nad,” ujarnya dengan lembut.

Nadia mengangguk, meskipun tetap berhati-hati. “Hampir selesai bukan berarti kita bisa lengah,” katanya.

Kabar Tak Terduga

Siang itu, ketika salon sedang sibuk, Maya menerima panggilan mendesak. Wajahnya langsung berubah serius, dan ia segera memanggil Nadia.

“Nad, Bu Lina jatuh sakit,” ujar Maya dengan nada khawatir.

Nadia tertegun. Lina, pemilik salon sekaligus sosok ibu bagi mereka, selama ini terlihat sehat meski usianya sudah paruh baya. “Apa yang terjadi?” tanya Nadia.

“Sepertinya kelelahan, tapi dokter mencurigai ada masalah kesehatan yang lebih serius,” jawab Maya.

Berita itu membuat seluruh staf salon terkejut. Lina selalu menjadi panutan yang kuat dan penuh perhatian bagi mereka semua.

Lina Harus Beristirahat

Sore harinya, Lina datang ke salon didampingi Tari untuk memberi kabar langsung. Wajahnya terlihat lelah, tetapi ia tetap tersenyum menenangkan.

“Dokter menyarankan aku beristirahat total dan menjalani pengobatan lebih lanjut di luar negeri,” ujar Lina. “Aku tahu ini mendadak, tapi aku harus melakukannya demi kesehatan.”

Maya dan Tari tampak haru, sementara Nadia mencoba menenangkan Lina.

“Kami akan menjaga salon ini, Bu Lina. Fokus saja pada pemulihan,” kata Nadia dengan tegas.

Lina menatap mereka semua dengan penuh rasa percaya. “Aku tahu kalian bisa melakukannya. Salon ini bukan hanya tempat kerja, ini rumah kita bersama. Aku yakin kalian akan menjaga semuanya.”

Tanggung Jawab Baru

Dengan Lina yang harus pergi untuk pengobatan, Nadia, Maya, dan Tari membagi tanggung jawab:

Nadia mengambil alih pengelolaan keuangan dan memastikan pelayanan tetap berkualitas tinggi.

Maya menjadi mentor utama, mengarahkan tim dalam teknik nail art dan pelayanan klien.

Tari menangani promosi salon dan menjadwalkan klien.

Di malam hari, mereka bertiga berkumpul di ruang istirahat, membahas langkah ke depan.

“Kita tidak hanya menjalankan salon ini, tapi juga menjaga amanah Bu Lina,” ujar Nadia.

Maya mengangguk. “Kalau ada masalah, kita hadapi bersama. Lina sudah memberikan banyak untuk kita. Sekarang giliran kita mendukung beliau.”

Doa untuk Kesembuhan

Keesokan harinya, sebelum Lina berangkat ke luar negeri untuk pengobatan, seluruh staf salon mengadakan doa bersama untuk kesembuhannya.

“Kita semua tahu Bu Lina adalah orang yang kuat,” kata Nadia. “Tapi bahkan orang sekuat beliau membutuhkan dukungan kita. Mari kita pastikan salon ini tetap berjalan lancar, agar beliau tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.”

Lina tersenyum meskipun matanya berkaca-kaca. “Kalian adalah keluarga kedua bagiku. Aku percaya kalian akan menjaga semuanya.”

Penutup yang Mengharukan

Setelah Lina pergi, salon mulai beroperasi dengan tanggung jawab baru di pundak Nadia dan timnya. Meski beban terasa berat, mereka bekerja dengan semangat kebersamaan.

Di apartemennya malam itu, Nadia mengirim pesan kepada Lina:

“Bu Lina, kami semua di sini mendukung Anda. Fokuslah pada kesehatan, kami akan menjaga salon ini sebaik mungkin.”

Tak lama kemudian, Lina membalas:

“Terima kasih, Nad. Aku tahu aku meninggalkan salon di tangan yang tepat. Jangan lupa, kalian juga harus menjaga kesehatan kalian.”

Meski menghadapi tantangan baru, Nadia merasa yakin bahwa mereka semua bisa melewati ujian ini bersama, membawa semangat Lina dalam setiap langkah yang mereka ambil di salon.


Komentar