Episode 74: Awal dari Rencana Baru

 Daftar isi 61-80

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-61-80.html

Pagi setelah penangkapan Haris, suasana di salon terasa lebih ringan. Nadia, Maya, Tari, dan Lina berbagi secangkir teh hangat di ruang istirahat sebelum salon dibuka.

"Semalam cukup mendebarkan, ya," ujar Maya, mencoba mencairkan suasana dengan senyum. "Tapi aku tahu kau akan baik-baik saja, Nad."

Lina mengangguk setuju. "Ini membuktikan bahwa kita bisa melawan siapa pun yang mencoba merusakmu. Tapi ingat, kita belum sepenuhnya aman."

Nadia tersenyum tipis. "Aku tahu. Kata-kata Haris masih terngiang di kepalaku. Tapi setidaknya ini langkah besar untuk menghentikan mereka."

Klien Baru, Inspirasi Baru

Hari itu, seorang klien bernama Vivi, seorang influencer fashion, datang ke salon. Vivi memesan layanan gel manicure dengan desain modern.

“Aku ingin desain yang simpel tapi tetap menarik perhatian. Sesuatu yang bisa masuk ke semua foto outfit-ku,” ujar Vivi dengan antusias.

Nadia langsung terinspirasi dan menyarankan desain minimalis dengan aksen krom. Ia memulai proses:

1. Persiapan: Membersihkan kuku Vivi dan mengaplikasikan base coat untuk melindungi kuku dari noda.

2. Aplikasi Gel: Memilih warna nude sebagai dasar, memberikan tampilan bersih dan elegan.

3. Aksen Krom: Menggunakan bubuk krom untuk menciptakan efek metalik di ujung kuku, menghasilkan tampilan yang modern.

4. Finishing: Top coat untuk kilau dan daya tahan ekstra.

Vivi tampak puas dengan hasilnya. “Ini sempurna, Nadia. Aku pasti akan mempromosikan salonmu di media sosial!” katanya dengan senyum lebar.

Informasi Baru dari Polisi

Sore harinya, Raka datang ke salon membawa kabar baru. “Polisi mendapatkan akses ke ponsel Haris. Mereka menemukan pesan terakhir yang ia kirimkan sebelum ditangkap,” jelasnya.

Nadia merasa cemas. “Apa pesannya?”

“‘Rencana B dimulai,’” jawab Raka dengan nada serius.

Pesan itu dikirim ke sebuah nomor tak dikenal yang, menurut polisi, terhubung dengan seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan Lila. Namun, identitas pastinya masih diselidiki.

“Lila memang tidak akan berhenti sampai aku benar-benar jatuh,” ujar Nadia dengan nada getir.

Raka menggenggam tangan Nadia. “Tapi kita juga tidak akan berhenti. Polisi sedang mengawasi pergerakan mereka. Kita hanya perlu terus berhati-hati.”

Malam yang Mencekam

Malam itu, saat Nadia pulang ke apartemennya, ia menemukan sebuah amplop tergeletak di depan pintunya. Amplop itu tidak memiliki nama pengirim.

Dengan hati-hati, Nadia membuka amplop tersebut. Isinya adalah foto salon yang diambil dari kejauhan, dengan catatan kecil bertuliskan:

"Kau pikir ini sudah berakhir? Aku selalu selangkah di depan."

Ketakutan kembali menghantui Nadia. Ia segera menghubungi Raka dan memberi tahu polisi tentang ancaman terbaru ini.

Cliffhanger

Di tempat lain, seorang wanita dengan senyum penuh percaya diri duduk di depan layar komputer. Ia mengetik pesan singkat:

"Haris tertangkap, tapi aku masih di sini. Waktunya membuat langkah terakhir."

Wanita itu menatap layar dengan puas. Gambar yang muncul di monitor menunjukkan nama salon Nadia dengan lingkaran merah di sekitarnya.


Komentar