Episode 72: Langkah di Tengah Bayang-bayang

 Daftar isi 61-80

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-61-80.html

Mobil yang mendekati rumah Lina membuat Nadia, Lina, dan Maya tegang. Dari jendela, mereka mengintip ke luar, memastikan pintu terkunci rapat.

“Mungkin mereka hanya mencoba mengintimidasi,” bisik Lina, meski rasa khawatir tampak jelas di wajahnya.

Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di depan rumah. Seorang pria keluar, mengenakan jaket gelap dan membawa sesuatu di tangannya. Maya segera menghubungi Raka, sementara Lina mengarahkan Nadia ke ruangan belakang untuk berjaga-jaga.

Kedatangan Tak Terduga

Ketika pintu diketuk, Lina memberanikan diri untuk membukanya, dengan Maya yang siap memegang ponsel jika terjadi sesuatu. Namun, yang muncul adalah seorang kurir dengan paket kecil.

“Saya hanya mengantar ini untuk Nadia,” katanya sambil memberikan paket dan segera pergi.

Maya membuka paket dengan hati-hati, takut ada sesuatu yang mencurigakan. Di dalamnya terdapat sebuah buku catatan kecil dengan halaman yang telah ditandai. Halaman tersebut berisi peta salon Nadia, lengkap dengan tanda silang di beberapa tempat, dan sebuah tulisan tangan yang berbunyi:

"Kamu tidak akan aman di tempat ini lagi."

Diskusi dengan Raka

Ketika Raka tiba, Nadia langsung menunjukkan buku catatan itu. “Mereka makin berani, Raka. Bahkan tahu detail tata letak salon,” ujar Nadia dengan nada khawatir.

Raka memeriksa peta tersebut dengan seksama. “Ini seperti rencana untuk mengawasi setiap sudut salon. Tapi kenapa mereka begitu fokus pada ruang istirahat dan area depan?”

“Itu tempat kami sering menyimpan barang berharga dan tempat istirahat para staf,” jawab Nadia.

Raka mencatat hal itu. “Polisi harus tahu ini. Kita juga perlu meningkatkan keamanan tempat ini, meskipun hanya sementara.”

Aktivitas di Salon

Meskipun ancaman terus berdatangan, Nadia memutuskan untuk tetap membuka salon seperti biasa. Ia tahu bahwa menutup salon hanya akan membuat rumor makin menyebar dan mempengaruhi reputasi tempat kerjanya.

Hari itu, seorang klien bernama Siska datang untuk layanan gel manicure. Siska ingin desain sederhana namun elegan untuk acara pernikahannya minggu depan.

“Bisa yang seperti renda putih di ujung kuku? Tapi jangan terlalu ramai, aku suka yang minimalis,” pinta Siska.

Nadia menyelesaikan desain itu dengan langkah-langkah berikut:

1. Persiapan: Membersihkan dan membentuk kuku agar rapi.

2. Base Coat: Menggunakan warna nude sebagai dasar.

3. Desain Renda: Nadia menggunakan stiker renda putih sebagai pola, lalu menambahkan detail manual dengan kuas halus.

4. Aksen: Ia menambahkan titik-titik kecil glitter di sekitar renda untuk efek glamor.

5. Finishing: Top coat glossy untuk melindungi desain.

Siska terlihat sangat puas. “Ini lebih cantik dari yang aku bayangkan. Terima kasih, Nadia.”

Petunjuk Baru

Sore harinya, Lina menerima panggilan dari polisi. Mereka telah menganalisis buku catatan yang diterima Nadia. Beberapa coretan dan tanda tangan di dalamnya cocok dengan dokumen yang ditemukan di gudang kosong yang diselidiki sebelumnya.

“Ini memperkuat dugaan bahwa Haris dan Lila adalah dalangnya,” kata Lina setelah menutup telepon.

Raka menambahkan, “Tapi kita harus waspada. Mereka semakin agresif, dan ancaman ini bisa berubah menjadi tindakan nyata kapan saja.”

Pergerakan di Malam Hari

Malam harinya, Nadia merasa sesuatu aneh di udara. Dari apartemen Lina, ia melihat seseorang berdiri di ujung jalan, seperti sedang memperhatikan rumah itu.

Nadia memutuskan untuk memotret orang itu dari kejauhan menggunakan ponselnya. Namun, saat ia mengambil foto, sosok itu langsung masuk ke mobil dan pergi.

Ketika ia melihat hasil fotonya, Nadia menyadari sesuatu yang mencengangkan—pria itu adalah orang yang pernah datang ke salonnya beberapa minggu lalu untuk manicure, pria yang kini diketahui bekerja dengan Haris.

Cliffhanger:

Di layar ponselnya, Nadia menerima pesan baru dari nomor tak dikenal:

"Jangan coba bermain-main. Jika kau ingin semuanya berhenti, datanglah sendiri ke alamat yang sudah kutandai."

Tertulis alamat sebuah tempat yang asing bagi Nadia, tetapi Raka langsung mengenalinya: gudang kosong yang baru saja diselidiki polisi.


Komentar