Episode 71: Kepungan Tak Terduga
Malam itu terasa berat bagi Nadia. Pesan terakhir yang ia terima dari nomor tak dikenal membuatnya semakin curiga bahwa seseorang di lingkaran terdekatnya mungkin terlibat. Meski Lina dan Maya terus memberikan dukungan, rasa waspada tidak kunjung mereda.
Strategi Baru
Keesokan paginya, Lina mengumpulkan semua staf salon di ruang istirahat sebelum jam operasional dimulai. “Aku tahu situasi ini semakin rumit,” ujar Lina dengan nada tegas namun menenangkan. “Tapi kita harus tetap profesional. Jangan sampai klien merasakan ketegangan kita.”
Nadia setuju. “Aku juga ingin berterima kasih karena kalian sudah mendukungku selama ini. Tapi kalau kalian merasa tidak aman, aku mengerti.”
Tari, dengan semangat khasnya, menjawab, “Kami nggak akan pergi ke mana-mana, Kak Nadia. Kita hadapi ini bersama.”
Lina mengusulkan agar mereka membuat jadwal bergilir untuk menemani Nadia saat pulang, setidaknya sampai situasi ini lebih terkendali. Semua menyetujui rencana itu.
Klien Baru dengan Pesan Misterius
Hari itu, salon menerima seorang klien pria bernama Anton, yang memesan layanan basic manicure. Pria ini mengaku baru pertama kali mencoba perawatan seperti itu, tetapi kehadirannya terasa mencurigakan bagi Nadia.
Selama sesi, Anton berbicara dengan nada santai. “Salon ini punya reputasi bagus. Tapi ada yang bilang belakangan ini banyak masalah?”
Nadia tetap tenang. “Kami fokus memberikan yang terbaik untuk klien kami. Masalah itu sudah ditangani.”
Anton tersenyum tipis. “Bagus kalau begitu. Dunia usaha memang keras, ya. Kadang orang harus tahu kapan waktunya berhenti.”
Setelah selesai, Anton meninggalkan amplop kecil di meja resepsionis tanpa berkata apa-apa. Tari yang melihatnya langsung memberikannya pada Nadia.
Di dalam amplop itu terdapat sebuah foto salon dengan lingkaran merah di sekitar jendela ruang istirahat. Di bawahnya tertulis:
"Apakah kamu tahu siapa yang mengawasi?"
Investigasi Raka dan Polisi
Sore itu, Raka datang dengan perkembangan baru. Polisi telah melakukan pengintaian di gudang kosong yang sebelumnya disebutkan. Mereka menemukan beberapa dokumen dan peralatan yang mengarah pada aktivitas intimidasi, termasuk daftar nama yang diduga menjadi target mereka.
“Nadia, namamu ada di urutan pertama,” ujar Raka dengan nada serius. “Tapi yang menarik, ada catatan tentang seseorang yang dekat denganmu.”
“Dekat? Maksudmu teman-temanku di salon?” tanya Nadia dengan wajah cemas.
Raka menggeleng. “Belum jelas. Tapi polisi curiga salah satu orang ini mungkin diperalat untuk mendapatkan informasi tentang kamu.”
Ketegangan di Malam Hari
Malam harinya, Nadia memilih untuk tetap tinggal di rumah Lina. Mereka berbicara santai untuk mengurangi ketegangan, tetapi suasana berubah ketika Tari menelepon dengan suara panik.
“Kak Nadia! Ada yang mencurigakan di depan salon. Aku lihat dari jendela kosku, ada mobil yang parkir di sana sejak tadi sore.”
Lina langsung menghubungi polisi, sementara Nadia meminta Tari untuk tetap di tempat aman.
Beberapa menit kemudian, Lina menerima telepon dari polisi yang memastikan bahwa mobil itu terhubung dengan Haris. Mereka juga memberi tahu bahwa operasi untuk menangkap Haris dan Lila akan segera dilakukan, tetapi mereka butuh waktu untuk memastikan bukti-bukti lengkap.
Cliffhanger
Di tempat lain, Haris terlihat berbicara dengan seseorang melalui telepon. “Kita harus selesaikan ini sebelum mereka bergerak lebih jauh. Pastikan Nadia nggak akan bicara lagi.”
Bayangan mobil yang parkir di depan salon perlahan bergerak mendekati rumah Lina.
Komentar
Posting Komentar