Episode 69: Jejak di Balik Bayangan

 Daftar isi 61-80

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-61-80.html

Pagi itu, setelah malam yang penuh tekanan, Nadia tetap datang ke salon dengan tekad untuk tidak membiarkan ancaman menghentikannya. Lina, sebagai pemilik salon, memutuskan untuk memberikan briefing kepada seluruh tim agar meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan kepada klien.

“Kalau ada hal mencurigakan, langsung laporkan ke saya atau Nadia. Jangan pernah bertindak sendiri,” ujar Lina sambil menatap Maya dan Tari.

Maya mengangguk tegas. “Kita harus tetap tenang, tapi siaga. Kita tidak boleh lengah.”

Hari yang Sibuk di Salon

Di tengah briefing tersebut, klien mulai berdatangan. Hari itu salon sedang ramai dengan klien yang ingin mencoba berbagai layanan manicure. Lina memutuskan untuk memperkenalkan layanan unggulan mereka kepada klien baru yang datang, sekaligus memberikan wawasan kepada Nadia untuk usahanya di masa depan.

1. Manicure Klasik:

Proses dimulai dengan merendam tangan dalam air hangat yang diberi garam aromaterapi.

Pembersihan kutikula dilakukan dengan hati-hati, diikuti pengguntingan kuku sesuai bentuk yang diinginkan.

Terakhir, kulit tangan diberi pijatan dengan krim pelembap sebelum diaplikasikan base coat dan cat kuku.

2. Gel Manicure:

Cocok untuk klien yang ingin tampilan tahan lama.

Menggunakan cat kuku gel yang dikeringkan dengan lampu UV, memberikan kilau intens dan tahan hingga 2-3 minggu.

3. Nail Art Custom:

Layanan yang paling populer di salon Nadia.

Klien bisa membawa desain sendiri atau mendiskusikan ide dengan nail artist untuk menciptakan sesuatu yang unik.

4. Nail Strengthening Treatment:

Layanan ini diperuntukkan bagi klien dengan kuku rapuh.

Menggunakan serum khusus dan lapisan pelindung untuk memperkuat kuku secara alami.

5. Spa Manicure:

Kombinasi perawatan kuku dan kulit tangan.

Termasuk exfoliating scrub, masker tangan, dan pijatan untuk memberikan relaksasi menyeluruh.

Kejadian Tak Terduga

Sore itu, seorang klien pria bernama Evan datang kembali. Ia memesan gel manicure sederhana seperti sebelumnya. Saat proses berlangsung, Evan memulai percakapan.

“Aku dengar dari Tari tentang ancaman yang kamu alami. Kamu nggak apa-apa, kan?” tanyanya, nada suaranya penuh perhatian.

Nadia tersenyum kecil. “Aku baik-baik saja. Tapi, jujur, ini membuatku lebih waspada.”

Evan mengangguk. “Kalau ada yang aneh, jangan ragu untuk berbicara denganku. Aku punya beberapa koneksi yang mungkin bisa membantu.”

Ucapan Evan membuat Nadia bertanya-tanya tentang latar belakang pria ini. Namun, ia memutuskan untuk menyimpan rasa penasaran itu untuk sementara waktu.

Petunjuk Baru

Saat salon mulai sepi, Raka datang membawa kabar dari polisi. Mereka berhasil mengidentifikasi wajah pria yang terlihat di pantulan foto ancaman. Pria itu adalah seseorang bernama Haris, yang diketahui pernah menjadi bagian dari proyek pengamanan Lila.

“Ada kemungkinan besar Haris adalah penghubung langsung antara Lila dan Andi Wijaya,” ujar Raka dengan serius.

Nadia merasa sedikit lega, tetapi ketegangan tetap ada. “Apa langkah selanjutnya?” tanyanya.

“Polisi akan memantau Haris untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut. Tapi, untuk sekarang, kamu harus tetap hati-hati,” jawab Raka.

Malam yang Mencekam

Ketika Nadia pulang malam itu, ia menemukan sesuatu yang membuat darahnya berdesir. Di depan pintu apartemennya, ada sebuah kertas kecil tertempel dengan tulisan:

“Aku ada di dekatmu. Jangan coba lari.”

Nadia memejamkan mata, mencoba menenangkan dirinya. Ia tahu, permainan ini belum berakhir, tetapi ia tidak akan menyerah begitu saja.

Cliffhanger: Di sudut jalan, Haris terlihat mengamati apartemen Nadia dengan senyum sinis, tangannya memegang ponsel yang memancarkan layar dengan wajah Nadia.


Komentar