Episode 68: Langkah yang Tak Terduga

 Daftar isi 61-80

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-61-80.html

Pagi datang dengan kecemasan yang masih melingkupi Nadia. Setelah menerima foto ancaman semalam, ia tahu bahwa situasinya semakin serius. Namun, Nadia memutuskan untuk tidak terjebak dalam ketakutan. Ia menghubungi Raka dan memutuskan untuk bertemu polisi hari itu juga.

Pertemuan dengan Polisi

Di kantor polisi, Nadia dan Raka bertemu dengan penyelidik utama yang menangani kasus ini, Inspektur Hadi.

“Kami sudah memperketat pengawasan terhadap Andi Wijaya dan Lila, tetapi masih memerlukan waktu untuk mendapatkan bukti yang cukup kuat untuk menangkap mereka secara hukum,” jelas Inspektur Hadi.

Nadia kemudian menunjukkan foto ancaman yang diterimanya semalam. Inspektur Hadi mengerutkan dahi melihatnya.

“Foto ini diambil cukup dekat. Kemungkinan besar pelaku menggunakan kamera jarak jauh dari tempat yang mudah diakses. Kami akan segera memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kafe,” kata Hadi.

Meski sedikit lega, Nadia masih merasa waspada. Ia menyadari bahwa setiap gerak-geriknya kini diawasi.

Kejutan di Salon

Hari itu di salon, suasana tampak lebih hidup. Lina, Maya, dan Tari berusaha menciptakan suasana yang ceria meskipun mereka tahu apa yang sedang dialami Nadia.

Sebuah kejutan datang ketika seorang klien lama, Clara, yang sebelumnya pernah dibantu Nadia untuk membangun kembali kepercayaan dirinya, kembali ke salon. Kali ini, Clara membawa dua temannya untuk mencoba nail art.

“Kita ingin sesuatu yang tematik. Mungkin warna-warna yang berani dan edgy,” ujar Clara dengan senyum percaya diri.

Nadia merasa senang melihat Clara yang tampak jauh lebih kuat dan percaya diri dibandingkan sebelumnya. Ia pun langsung mengusulkan desain bertema fireworks dengan kombinasi warna hitam, biru tua, dan emas yang berkilauan.

Selama bekerja, Nadia merasa dikuatkan oleh kehadiran klien setianya. Clara, yang menyadari kondisi Nadia, memberikan dukungan.

“Kadang, orang-orang yang mengganggu kita hanya ingin melihat kita jatuh. Jangan kasih mereka kesempatan,” ujar Clara.

Sebuah Paket Misterius

Menjelang sore, seorang kurir datang mengantarkan paket untuk Nadia. Isinya membuat semua orang di salon terkejut: sebuah amplop dengan catatan bertuliskan, “Ini baru permulaan.”

Di dalam amplop itu, terdapat potongan foto-foto kecil yang menunjukkan berbagai aktivitas Nadia: di kafe bersama Raka, di salon dengan klien, bahkan di apartemennya.

Maya langsung mengambil ponsel untuk menghubungi polisi, sementara Lina mencoba menenangkan Nadia.

“Kita harus tetap tenang. Ini hanya intimidasi. Mereka ingin kamu takut,” ujar Lina.

Petunjuk Tak Terduga

Raka yang datang tak lama setelah itu memeriksa amplop tersebut bersama Nadia. Saat memperhatikan lebih saksama, Raka menemukan sesuatu yang mencurigakan: salah satu foto memiliki pantulan wajah seseorang di sebuah jendela.

“Kita bisa menggunakan ini,” kata Raka, menunjukkan wajah samar yang terpantul di foto.

Nadia merasa sedikit lega. Ada secercah harapan bahwa pelaku bisa segera diidentifikasi.

Malam yang Menguji Keberanian

Malam harinya, Nadia kembali ke apartemen dengan hati-hati. Kali ini, Raka dan seorang polisi berpakaian preman menemaninya. Mereka memeriksa setiap sudut sebelum Nadia masuk.

Namun, meski telah berhati-hati, sebuah pesan baru kembali masuk ke ponselnya: “Beraninya kau melibatkan polisi. Kau pikir mereka bisa melindungimu?”

Nadia mencoba tetap tegar, tetapi ia tahu bahwa permainan ini belum selesai.

Cliffhanger: Di sebuah ruangan gelap, seorang pria tampak menatap layar laptopnya yang memperlihatkan CCTV salon Nadia. Ia tersenyum tipis dan berkata, “Akan segera berakhir, Nadia. Bersiaplah.”


Komentar