Episode 67: Jejak yang Tak Terlihat

 Daftar isi 61-80

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-61-80.html

Malam terasa panjang bagi Nadia setelah menerima video ancaman. Ia mencoba memejamkan mata, tetapi pikirannya terus berputar. Bayangan tentang siapa yang merekam video itu dan bagaimana mereka tahu aktivitas salonnya membuat Nadia gelisah.

Pagi harinya, ia memutuskan untuk bertemu dengan Raka sebelum menuju salon.

Diskusi dengan Raka

Di sebuah kafe kecil dekat apartemennya, Nadia menceritakan detail tentang pria mencurigakan yang datang ke salon kemarin. Raka mendengarkan dengan serius sambil mencatat detail wajah dan tingkah laku pria itu.

“Polisi akan menyelidiki ini. Tapi kamu harus lebih berhati-hati, terutama di salon. Bisa jadi orang itu bagian dari kelompok Lila,” ujar Raka.

Nadia mengangguk. “Aku tidak akan membiarkan ini mengganggu pekerjaanku. Tapi jujur, aku takut mereka akan melibatkan teman-teman di salon.”

Raka meremas tangan Nadia, memberikan dukungan. “Kamu tidak sendiri. Aku, Lina, dan teman-temanmu ada untukmu. Kita akan melewati ini.”

Hari yang Sibuk di Salon

Di salon, suasana berjalan seperti biasa, tetapi Nadia tak bisa sepenuhnya tenang. Maya dan Tari, yang tahu kondisi Nadia, berusaha membuatnya tetap semangat dengan candaan kecil.

Sementara itu, seorang klien baru bernama Karin datang untuk perawatan kuku. Karin, seorang seniman lukis, meminta desain nail art bertema abstrak yang mencerminkan karyanya.

“Bisa nggak dibuat seperti sapuan kuas yang berlapis-lapis? Aku ingin warna-warna cerah tapi saling bertabrakan,” pinta Karin penuh semangat.

Nadia menyukai tantangan itu dan mulai bekerja:

1. Persiapan: Membersihkan kuku, mengaplikasikan base coat, dan memastikan permukaan kuku siap untuk desain.

2. Warna Dasar: Nadia memilih warna dasar putih untuk memberikan kontras pada desain abstrak.

3. Sapuan Warna: Menggunakan kuas kecil, ia menambahkan lapisan warna cerah seperti biru, merah, kuning, dan hijau secara acak. Teknik sapuan kuas dibuat menyerupai tekstur lukisan.

4. Detail Tambahan: Nadia menambahkan sentuhan glitter halus di beberapa bagian untuk memberikan dimensi.

5. Finishing: Top coat glossy diaplikasikan untuk melindungi desain dan memberikan kesan profesional.

Karin terlihat sangat puas dengan hasilnya. “Kamu benar-benar tahu cara menghidupkan ide seseorang! Ini seperti galeri kecil di tanganku,” pujinya.

Petunjuk Baru dari Polisi

Saat salon mulai sepi di sore hari, Raka datang membawa kabar baru. Polisi telah melacak pria yang datang ke salon kemarin. Pria itu ternyata seorang mantan anak buah Andi Wijaya, seorang pengusaha dengan reputasi penuh intrik yang sebelumnya disebut-sebut terhubung dengan Lila.

“Dia dikenal sebagai eksekutor lapangan. Tapi ada yang menarik, dia pernah bekerja sebagai penjaga keamanan di salah satu proyek Lila,” jelas Raka.

“Jadi ini pasti ada hubungannya dengan mereka,” jawab Nadia, merasa semakin gelisah.

Raka melanjutkan, “Polisi sedang mengawasi pergerakannya. Tapi sepertinya mereka ingin menangkap Andi dan Lila bersamaan, jadi operasi ini masih membutuhkan waktu.”

Malam yang Mencekam

Saat Nadia pulang ke apartemennya malam itu, ia merasa seperti sedang diawasi. Ia memeriksa sekitar sebelum masuk ke dalam, tetapi tidak menemukan apa pun yang mencurigakan.

Namun, beberapa saat setelah ia menutup pintu, suara notifikasi ponsel mengalihkan perhatiannya. Sebuah foto terkirim dari nomor tak dikenal.

Foto itu memperlihatkan dirinya saat sedang berbicara dengan Raka di kafe pagi tadi. Di bawah foto itu terdapat pesan:

“Percuma kau bersembunyi. Aku selalu tahu di mana kau berada.”

Nadia terdiam, merasakan ketakutan yang semakin menghantui.

Cliffhanger:

Di luar apartemen, bayangan seseorang terlihat berdiri diam, memperhatikan jendela kamar Nadia.

---


Komentar