Episode 66: Bayang-Bayang yang Mengintai

 Daftar isi 61-80

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-61-80.html


Pagi itu, Nadia bangun dengan rasa tidak tenang. Pesan terakhir yang ia terima malam sebelumnya, disertai langkah kaki mencurigakan di lorong apartemennya, membuat tidurnya terganggu. Ia memutuskan untuk tetap bekerja seperti biasa di salon sambil berharap polisi segera menemukan pelaku di balik semua ini.

Kunjungan dari Klien Lama

Di salon, suasana mulai hidup saat seorang klien lama, Pak Harun, datang. Pak Harun adalah seorang pebisnis paruh baya yang kerap memesan perawatan tangan dan kuku untuk menjaga penampilan profesionalnya.

“Aku selalu bilang, tangan yang dirawat menunjukkan bahwa seseorang menghargai dirinya sendiri,” kata Pak Harun sambil tersenyum ramah.

Pak Harun meminta perawatan sederhana dengan pijatan relaksasi. Nadia, meskipun pikirannya masih bercabang, fokus melayani klien dengan penuh perhatian.

1. Pembersihan: Nadia membersihkan tangan dan kuku Pak Harun, memotong kutikula, dan membentuk kuku agar terlihat rapi.

2. Eksfoliasi dan Pijatan: Ia menggunakan scrub lemon alami untuk mengangkat sel kulit mati, diikuti pijatan lembut dengan minyak esensial.

3. Finishing: Base coat bening diaplikasikan untuk melindungi kuku dan memberikan kesan sehat berkilau.

“Aku selalu merasa lebih segar setelah perawatan di sini,” ujar Pak Harun puas. “Nadia, kamu benar-benar punya bakat.”

Interaksi dengan klien yang bersahabat seperti Pak Harun membantu Nadia sedikit melupakan ancaman yang membayangi.

Penyelidikan yang Mendalam

Di sela-sela pekerjaannya, Raka datang ke salon membawa kabar baru dari polisi. Kali ini, mereka menemukan nama seorang pengusaha yang terlibat dalam transaksi keuangan mencurigakan bersama Lila. Pengusaha itu dikenal dengan nama Andi Wijaya, seorang pria yang memiliki rekam jejak bisnis yang penuh intrik.

“Polisi percaya Andi adalah dalang utama di balik ini semua,” kata Raka serius. “Lila mungkin hanya pion dalam rencana besarnya.”

Nadia merasa bulu kuduknya meremang. Nama itu terdengar asing, tetapi ia tahu bahaya ini lebih besar dari yang ia bayangkan sebelumnya.

“Andi ini punya sejarah menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan pesaingnya,” tambah Raka. “Tapi jangan khawatir, polisi sedang mempersiapkan langkah untuk menangkapnya.”

Sore yang Tak Terduga

Menjelang sore, seorang pria tak dikenal masuk ke salon. Penampilannya rapi, tetapi ia terlihat gelisah. “Saya ingin perawatan tangan dan kuku,” katanya sambil melihat sekeliling dengan cermat.

Lina mengarahkan pria itu ke kursi perawatan, dan Nadia mulai bekerja. Namun, sepanjang sesi, pria tersebut terus mengajukan pertanyaan yang aneh.

“Kamu Nadia, kan? Pemilik akun Kuku Ku di media sosial?” tanyanya tiba-tiba.

Nadia mengangguk hati-hati. “Iya, itu saya. Ada yang bisa saya bantu?”

Pria itu tersenyum samar. “Desainmu memang bagus. Tapi hati-hati dengan apa yang kamu buat terkenal. Tidak semua orang suka melihat kesuksesan.”

Ucapan itu membuat Nadia waspada, tetapi ia tetap menjaga sikap profesional. Setelah selesai, pria itu membayar dan pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi. Namun, rasa tidak nyaman yang ia tinggalkan membuat Nadia segera memberi tahu Lina dan Raka.

Cliffhanger

Malam itu, saat Nadia sedang mengecek pesan di ponselnya, sebuah video singkat dari nomor tak dikenal masuk.

Video itu memperlihatkan salon dari sudut yang tidak terjangkau oleh CCTV, seolah-olah diambil oleh seseorang yang mengamati dari luar. Di akhir video, sebuah pesan teks muncul:

“Kamu tidak akan pernah tahu siapa yang sedang memperhatikanmu.”

Nadia merasakan ketegangan di udara. Ancaman ini semakin nyata, dan ia tahu permainan belum selesai.

---

Komentar