Episode 65: Jaring yang Mengencang
Daftar isi 61-80
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-61-80.html
Pagi itu, suasana di salon terasa berbeda. Setelah ancaman terbaru yang diterima Nadia, Lina memutuskan untuk memperketat pengawasan di sekitar salon. Maya memastikan CCTV di dalam dan luar salon berfungsi dengan baik, sementara Tari, meskipun sedikit gugup, berusaha tetap ceria agar suasana tidak terlalu tegang.
"Kalau kita panik, justru mereka menang," kata Lina dengan nada tegas. "Kita tetap bekerja seperti biasa, tapi jangan lengah."
Nadia mengangguk setuju. Ia mencoba mengalihkan fokus dengan melayani klien hari itu, meskipun pikirannya terus memikirkan pesan ancaman terakhir.
Sesi dengan Klien Istimewa
Klien pertama hari itu adalah Alya, seorang influencer media sosial yang kerap datang untuk desain kuku unik. Alya meminta desain bertema galaksi untuk memperingati ulang tahun komunitasnya.
“Aku ingin sesuatu yang terlihat luar biasa, seperti bintang-bintang di langit,” kata Alya sambil tersenyum.
Nadia memulai prosesnya dengan hati-hati:
1. Persiapan Kuku: Membersihkan kuku dan membentuknya menjadi almond yang elegan.
2. Warna Dasar: Nadia menggunakan teknik spons untuk menciptakan gradasi ungu, biru, dan hitam yang menyerupai latar galaksi.
3. Detail Bintang: Dengan kuas halus, Nadia menambahkan titik-titik putih kecil, serta aksen garis melengkung untuk menyerupai bintang jatuh.
4. Kilau Tambahan: Glitter holografik diaplikasikan secara lembut untuk memberikan efek berkilau.
5. Finishing: Top coat glossy memastikan desain terlindungi dengan sempurna.
Alya terkagum-kagum dengan hasilnya. “Ini luar biasa, Nad. Aku yakin desain ini akan viral di akun media sosialku!”
Kehadiran Alya dan antusiasmenya membantu Nadia sedikit melupakan ketegangan yang melingkupi hari itu.
Langkah Polisi yang Semakin Dekat
Saat Alya pergi, Raka menghubungi Nadia untuk memberikan kabar terbaru. Polisi telah menemukan bukti kuat dari vila yang ditinggalkan Lila: dokumen keuangan yang menunjukkan bahwa Lila menerima dana besar dari seseorang di lingkaran bisnis gelap.
“Kami menduga ada koneksi dengan salah satu pengusaha yang pernah menjadi rekan kerja Lila,” ujar Raka. “Mereka sedang melacak jejak transaksi ini untuk mengungkap siapa orang di balik semua ini.”
Namun, Raka juga memperingatkan bahwa ancaman terhadap Nadia bisa meningkat, terutama jika dalang utamanya merasa posisinya terancam.
“Jangan khawatir. Polisi sudah menempatkan petugas di sekitar salon dan apartemenmu untuk berjaga-jaga,” tambahnya.
Nadia menghela napas panjang. Meski merasa sedikit lega, ia tetap menyadari bahwa bahaya belum sepenuhnya berlalu.
Ancaman yang Meningkat
Menjelang sore, salon mulai lengang. Maya dan Tari memanfaatkan waktu untuk membersihkan area kerja, sementara Lina memeriksa stok barang. Di tengah kesibukan, Nadia menerima pesan baru dari nomor tak dikenal:
“Kamu pikir polisi bisa melindungimu? Tunggu saja sampai aku menunjukkan siapa yang berkuasa.”
Pesan itu membuat Nadia merinding. Kali ini, ancaman disertai foto dirinya di dalam salon, diambil dari sudut ruangan yang tidak terjangkau CCTV.
"Ini sudah kelewatan," ujar Lina setelah Nadia menunjukkan pesan itu. "Mereka jelas mencoba membuat kita ketakutan. Kita harus melaporkannya sekarang."
Raka segera datang ke salon setelah mendengar kabar ini. Bersama Lina, ia menemani Nadia melapor ke polisi. Polisi menyatakan bahwa ini adalah bukti penting dan akan mempercepat proses investigasi.
Cliffhanger
Malam itu, Nadia kembali ke apartemennya dengan perasaan campur aduk. Ancaman semakin nyata, tetapi ia merasa lebih kuat dengan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
Namun, saat ia bersiap tidur, Nadia mendengar suara langkah kaki di lorong apartemennya yang sunyi. Ia membuka pintu sedikit, tetapi tidak melihat siapa pun. Ketika ia kembali menutup pintu, ponselnya berbunyi.
Sebuah pesan baru masuk:
“Kamu tidak pernah sendirian, Nadia.”
---
Komentar
Posting Komentar