Episode 61: Teman Lama yang Tak Terduga
Daftar isi 61-80
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-61-80.html
Nadia menghela napas panjang sebelum keluar untuk menemui tamu tak diundang itu. Di luar salon, seorang pria dengan jaket kulit hitam berdiri sambil melirik ke kiri dan kanan. Nadia mengenalinya dengan cepat: itu adalah Alex, mantan asisten Nia, yang disebut polisi dalam penyelidikan mereka.
“Alex?” Nadia bertanya dengan hati-hati.
Alex tersenyum tipis. “Hai, Nadia. Lama nggak ketemu. Kita perlu bicara.”
Konfrontasi yang Canggung
Alex langsung masuk ke inti pembicaraan setelah mereka duduk di pojok kafe dekat salon. “Aku tahu kamu pasti sudah dengar namaku dari polisi. Dan aku yakin kamu juga tahu siapa yang ada di balik semua ancaman ini,” katanya pelan.
“Kalau kamu tahu, kenapa nggak bicara langsung dengan polisi?” Nadia bertanya tajam, menahan emosinya.
“Aku nggak bisa. Lila itu licik. Dia punya rekaman dan bukti yang bisa menghancurkan hidupku kalau aku buka suara,” jawab Alex dengan nada putus asa. “Tapi aku sudah muak jadi alatnya. Aku nggak mau ini berlanjut.”
Alex mengungkapkan bahwa ia direkrut oleh Lila untuk menyebarkan fitnah tentang Nadia. Sebagai mantan asisten Nia, Alex merasa punya alasan untuk mendendam karena kariernya hancur setelah konflik lama dengan Melati. Namun, ia tidak menyangka bahwa rencana Lila akan sejauh ini.
Petunjuk Penting
Alex memberikan informasi penting kepada Nadia dan Raka:
Lila menyimpan semua rencana dan bukti dalam sebuah hard drive yang ia bawa ke mana-mana.
Rekaman email, pesan, dan percakapan dengan Alex serta orang lain yang terlibat ada di dalamnya.
Lila sering bekerja dari sebuah co-working space tertentu di pusat kota, tempat ia bertemu dengan koleganya.
“Aku akan kasih tahu lokasi pastinya, tapi setelah itu, aku nggak mau terlibat lagi. Ini risiko besar buat aku,” kata Alex sambil melirik sekeliling, seakan memastikan mereka tidak diikuti.
Persiapan Mengungkap Kebenaran
Setelah pertemuan dengan Alex, Nadia dan Raka memutuskan untuk segera memberi tahu polisi tentang informasi baru ini. Polisi setuju untuk melakukan pengawasan di lokasi co-working space tersebut dan mengamankan hard drive jika memungkinkan.
Namun, malam itu, Nadia tidak bisa menghilangkan perasaan cemasnya. Saat ia mencoba rileks di apartemen, Raka datang membawa makan malam. “Aku tahu ini berat, tapi kita sudah semakin dekat dengan kebenarannya,” kata Raka, berusaha menenangkan.
Cliffhanger:
Tengah malam, Nadia menerima email baru dari nomor anonim. Di dalamnya ada foto dirinya sedang berbicara dengan Alex di kafe tadi siang, disertai pesan:
"Aku tahu langkahmu. Jangan pikir aku akan kalah secepat ini."
Nadia menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar. Jika foto ini sampai ke publik, bagaimana nasibnya dan reputasi salonnya?
---
Komentar
Posting Komentar