Episode 59: Jejak di Balik Layar

 Daftar isi 41-60

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html

Malam setelah menerima pesan ancaman, Nadia merasa sulit tidur. Kata-kata dari nomor tak dikenal terus terngiang-ngiang. Namun, ia bertekad untuk tetap menjalani harinya seperti biasa. Esoknya di salon, Lina mengumpulkan tim untuk mendiskusikan langkah keamanan tambahan, termasuk pemasangan kamera baru dan pengawasan ketat terhadap setiap pengunjung yang masuk.

Di tengah rapat singkat itu, Nadia mendapat kabar bahwa polisi telah melacak sebagian percakapan yang dikirim dari nomor anonim. Salah satu lokasi yang terlacak adalah sebuah kafe dengan konsep co-working space di pusat kota. Lokasi ini semakin menguatkan dugaan bahwa pelaku bekerja sama dengan lebih dari satu orang.

Klien dengan Desain Berbeda:

Saat suasana salon kembali sibuk, seorang klien tetap bernama Amanda datang. Amanda adalah seorang wanita karier yang selalu meminta desain kuku yang mencerminkan kepribadiannya—elegan dan profesional. Kali ini, ia meminta tema geometris dengan palet warna pastel untuk menghadiri konferensi bisnis internasional.

Nadia melihat ini sebagai kesempatan untuk berbagi teknik baru:

1. Persiapan:

Nadia membersihkan kuku Amanda, memotongnya menjadi bentuk persegi ramping, dan mengaplikasikan base coat.

2. Latar Belakang:

Nadia memilih warna dasar krem lembut untuk semua kuku.

Setelah warna dasar mengering, ia menggunakan pita nail art untuk menciptakan pola geometris dengan kombinasi warna mint, lavender, dan abu-abu muda.

3. Detail Geometris:

Dengan menggunakan kuas tipis, Nadia menambahkan garis emas di sepanjang pola geometris, menciptakan kesan modern yang mewah.

4. Finishing:

Nadia mengaplikasikan top coat matte untuk memberikan efek profesional dan tidak terlalu mencolok, sesuai permintaan Amanda.

Amanda tampak sangat puas dan berkata, “Desain ini sempurna untuk acara resmi, tapi tetap terlihat unik. Terima kasih, Mbak Nadia!”

Penyelidikan yang Memanas:

Di sore hari, Raka datang ke salon dengan membawa kabar penting. “Polisi menemukan bukti dari kamera CCTV di kafe yang terlacak. Ada seseorang yang mengambil laptop dengan wajah tertutup masker, tapi gerak-geriknya mencurigakan.”

Nadia mendengarkan dengan seksama saat Raka melanjutkan, “Polisi sedang mencocokkan rekaman ini dengan database, tapi mereka butuh waktu.”

Ancaman Baru:

Malamnya, saat Nadia beristirahat di apartemennya, ia menerima sebuah paket tanpa nama. Di dalamnya terdapat sebuah pulpen dengan tinta merah yang bocor dan sebuah pesan:

"Tinta ini akan menghapus semua yang telah kamu bangun."

Nadia langsung menghubungi Raka dan polisi untuk melaporkan paket tersebut. Raka datang dengan cepat untuk menemani Nadia. “Ini hanya taktik mereka untuk membuatmu takut. Jangan biarkan mereka menang,” ujar Raka dengan nada tegas.

Cliffhanger:

Polisi menemukan sidik jari di paket tersebut, dan hasil analisis awal menunjukkan bahwa sidik jari itu milik seseorang yang pernah bekerja dengan Melati Pranowo, mantan mentor Nadia. Temuan ini membuat Nadia semakin penasaran—apakah ini terkait masa lalunya di dunia nail art, atau sesuatu yang lebih besar?

---

Komentar