Episode 57: Bayangan di Balik Amplop
Daftar isi 41-60
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html
Nadia membuka amplop misterius yang ia temukan di meja salon dengan hati-hati. Di dalamnya, terdapat selembar foto lama yang memperlihatkan dirinya bersama teman-temannya di salon, termasuk Lina, Maya, dan Tari. Di bagian bawah foto itu tertulis pesan: "Musuhmu lebih dekat dari yang kamu kira."
Perasaan was-was menyelimuti Nadia sepanjang pagi. Ia mencoba mengalihkan perhatian dengan fokus pada pekerjaan. Hari itu, seorang klien baru bernama Devi, seorang penyair muda, memesan desain nail art bertema puisi untuk menyambut Hari Puisi Sedunia.
Desain Nail Art Bertema Puisi:
Devi meminta kuku bertema minimalis yang mencerminkan estetika puisi, seperti garis tinta dan simbol pena. Nadia memutuskan untuk menggunakan teknik berikut:
1. Persiapan:
Setelah membersihkan dan mengikir kuku Devi menjadi bentuk almond yang lembut, Nadia mengaplikasikan base coat transparan untuk melindungi kuku.
2. Latar Belakang:
Nadia memilih warna dasar abu-abu muda untuk memberikan kesan kertas tua. Setelah warna dasar diaplikasikan dan mengering, ia mulai membuat detail kecil.
3. Aksen Garis Tinta:
Menggunakan kuas tipis, Nadia melukis garis-garis abstrak hitam di setiap kuku untuk menciptakan kesan seperti tinta pena yang dituangkan ke atas kertas.
4. Simbol Pena dan Tulisan:
Di dua kuku, Nadia menggambar pena kecil dengan tinta hitam dan aksen emas di bagian ujungnya. Di kuku lainnya, ia menambahkan kata-kata pendek seperti "Love" dan "Dream" menggunakan stiker tulisan tangan khusus.
5. Finishing Touch:
Untuk memberikan kesan antik, Nadia menambahkan sedikit glitter emas halus di beberapa bagian garis tinta. Setelah itu, ia mengaplikasikan lapisan top coat untuk mengunci desain dan memberikan kilauan.
Devi terlihat sangat senang dengan hasilnya. Sambil memuji karya Nadia, ia berbagi puisi yang sedang ia tulis, tentang keberanian menghadapi ketakutan. Puisi ini menginspirasi Nadia untuk tetap kuat menghadapi ancaman yang sedang melanda hidupnya.
Ancaman yang Semakin Dekat:
Di tengah sesi bersama Devi, Tari menemukan sebuah paket kecil yang diletakkan di luar pintu salon. Nadia meminta Tari untuk tidak menyentuhnya dan langsung menghubungi polisi. Ketika paket itu diperiksa, isinya adalah sepasang sarung tangan penuh noda merah seperti darah dan sebuah catatan bertuliskan: "Kamu tidak akan bisa membersihkan noda ini."
Polisi yang tiba di lokasi menyarankan Nadia untuk memasang kamera keamanan tambahan di dalam dan luar salon. Sementara itu, Lina meminta semua karyawan untuk berhati-hati dan tidak bepergian sendirian.
Petunjuk Baru:
Di malam hari, Raka kembali membawa kabar penting. Berdasarkan penyelidikan, nomor anonim yang mengirim ancaman diketahui terhubung dengan seseorang yang pernah bekerja di bawah Lila. Polisi juga menemukan bukti email dari kolega Lila yang menunjukkan rencana mereka untuk menghancurkan reputasi salon Nadia.
Maya, yang sejak awal terlihat tenang, akhirnya angkat bicara. "Nadia, aku tahu ini berat, tapi kamu harus tetap percaya pada dirimu sendiri. Mereka hanya ingin membuatmu takut."
Cliffhanger: Saat Nadia hendak pulang, ia menerima telepon dari nomor tak dikenal. Suara di seberang mengatakan dengan nada dingin: "Mereka tidak akan percaya padamu kalau tahu kebenaranmu."
---
Komentar
Posting Komentar