Episode 55: Lingkaran yang Menghimpit
Daftar isi 41-60
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html
Pagi itu, salon masih terasa tenang, meski ancaman yang terus datang membuat Nadia sulit tidur semalam. Lina mencoba menciptakan suasana yang hangat dengan menyemangati timnya. “Kita harus tetap menjalani hari dengan positif, ya. Masalah ini pasti selesai cepat atau lambat,” katanya.
Nadia setuju, meski rasa cemas tetap membayang. Ketika seorang klien baru, seorang pria bernama Evan, masuk ke salon, Nadia segera menyambutnya dengan senyuman profesional. “Selamat datang, Mas Evan. Perawatan apa yang ingin dilakukan hari ini?” tanyanya.
“Saya ingin coba nail care dan mungkin sedikit desain yang sederhana. Saya sering tampil di depan publik, jadi ingin terlihat lebih rapi,” jawab Evan dengan percaya diri.
Nadia mulai melakukan perawatan, sambil menjelaskan manfaat merawat kuku bagi pria. “Merawat kuku itu bukan hanya soal penampilan, tapi juga kesehatan. Desain sederhana seperti aksen garis atau warna matte bisa memberikan kesan profesional dan stylish.”
Setelah selesai, Evan tampak terkesan. “Ini luar biasa, Nadia. Saya tidak pernah berpikir kuku bisa memengaruhi kesan pertama sebesar ini. Terima kasih banyak.”
“Senang bisa membantu, Mas Evan. Kalau butuh saran desain lain, jangan ragu untuk datang lagi,” jawab Nadia dengan senyum hangat.
Sementara itu, di ruang belakang, Raka datang membawa kabar penting. “Nadia, polisi menemukan bahwa email ancaman yang kamu terima berasal dari perangkat yang pernah digunakan oleh salah satu kolega Lila di perusahaannya.”
“Jadi, ini semakin memperjelas bahwa Lila tidak bekerja sendirian?” tanya Nadia.
“Benar. Tapi yang lebih menarik, mereka juga menemukan bukti bahwa ada pihak ketiga yang tampaknya punya agenda lebih besar untuk menjatuhkanmu,” jelas Raka.
Percakapan itu terpotong oleh Maya, yang membawa secarik kertas dari resepsionis. “Nadia, ini ada pesan untukmu. Katanya, dititipkan seseorang yang lewat.”
Pesan itu hanya berisi tulisan singkat:
"Jangan terlalu percaya pada lingkaran terdekatmu. Kadang, bahaya justru ada di sekitarmu."
Pesan itu membuat Nadia terpaku. Ia mencoba memahami maksudnya, tapi rasa curiga mulai merayap di pikirannya. Siapa yang dimaksud “lingkaran terdekat”?
Di sore hari, Tari tanpa sengaja menjatuhkan sebuah kotak alat, membuat Nadia tersentak dari lamunannya. “Maaf, Kak Nadia! Aku benar-benar ceroboh hari ini,” kata Tari sambil membereskan alat-alatnya.
“Tidak apa-apa, Tari. Fokus saja pada pekerjaanmu,” jawab Nadia, mencoba tersenyum meski pikirannya sedang penuh.
Malam harinya, Nadia memutuskan untuk berbicara dengan Lina secara pribadi. “Bu Lina, saya merasa ancaman ini mulai menyerang secara personal. Saya takut kalau ini bisa memengaruhi semua orang di salon.”
Lina menatap Nadia dengan penuh empati. “Nadia, kamu tidak sendiri. Kita akan hadapi ini bersama. Aku yakin kebenaran akan segera terungkap.”
Di rumah, Nadia membuka kembali email yang ia terima sebelumnya, mencoba mencari petunjuk. Ia merasa bahwa pesan-pesan ini tidak hanya ditujukan untuk menakutinya, tetapi juga untuk membuatnya meragukan orang-orang di sekitarnya.
Namun, alih-alih merasa takut, Nadia memutuskan untuk melawan. Ia mulai menyusun strategi untuk melibatkan polisi lebih dalam dan melindungi dirinya serta tim salon.
Malam itu, sebelum tidur, Nadia menulis di akun Kuku Ku:
"Ketakutan adalah bayangan. Tapi ingat, setiap bayangan hanya ada karena ada cahaya. Kita harus tetap bersinar, meski ada yang mencoba memadamkannya."
---
Komentar
Posting Komentar