Episode 54: Bayangan yang Kian Dekat
Daftar isi 41-60
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html
Pagi itu, salon mulai beroperasi seperti biasa, tapi ada sesuatu yang berbeda pada ekspresi wajah Nadia. Setelah menerima email ancaman semalam, ia menyadari bahwa meski ada perkembangan positif dalam kasusnya, ancaman tersebut belum benar-benar hilang. Namun, ia berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaannya.
Seorang klien lama, Ibu Siska, datang untuk perawatan kuku. “Nadia, desain nail art terakhir yang kamu buat untukku selalu mendapat pujian. Aku ingin sesuatu yang baru, mungkin dengan tema air, tapi lebih elegan,” kata Ibu Siska sambil tersenyum.
“Tentu saja, Bu. Saya akan membuat desain dengan aksen ombak halus dan detail minimalis. Akan terlihat sangat anggun,” jawab Nadia penuh semangat.
Nadia memilih warna dasar biru pastel dengan gradasi putih, menciptakan efek ombak di atas kuku. Ia menambahkan sedikit aksen glitter perak untuk menonjolkan kesan elegan. Sambil bekerja, Nadia berbagi tips kepada Ibu Siska.
“Untuk mendapatkan efek gradasi yang halus, gunakan sponge kecil. Ketuk-tuk secara perlahan di permukaan kuku, lalu tambahkan sedikit glitter untuk sentuhan akhir,” jelas Nadia.
Setelah selesai, Ibu Siska terlihat sangat puas. “Ini sempurna, Nadia. Kamu benar-benar berbakat!”
Nadia tersenyum. “Terima kasih, Bu. Semoga ini bisa menjadi inspirasi baru untuk hari-hari Anda.”
Sore harinya, Maya mengajak Nadia berbicara di ruang istirahat. “Nadia, aku mendengar dari Lina bahwa Lila mungkin akan mencoba menggunakan pengaruhnya untuk membalikkan keadaan. Kamu harus benar-benar hati-hati.”
Nadia mengangguk. “Aku juga merasa begitu. Email yang aku terima tadi malam membuatku berpikir bahwa ini belum selesai. Tapi aku tidak akan mundur.”
Di tengah pembicaraan itu, Tari berlari masuk ke ruang istirahat. “Kak Nadia, ada paket untukmu di depan.”
Nadia merasa sedikit cemas, tapi ia mencoba tetap tenang. Ia membuka paket itu dengan hati-hati, hanya untuk menemukan sebuah kartu kecil bertuliskan:
"Bahkan air pun bisa menjadi gelombang besar yang menghancurkan."
Di dalam paket itu juga terdapat botol kecil berisi cairan bening yang tak berlabel. Lina segera menghubungi polisi untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sementara menunggu polisi datang, Raka tiba di salon dengan membawa kabar penting. “Nadia, aku baru saja mendapat informasi dari penyelidik. Mereka menemukan rekaman CCTV dari sebuah kafe tempat Lila bertemu dengan seseorang yang diduga memberikan instruksi untuk menyerangmu.”
“Ini berarti ada orang lain yang terlibat selain Lila?” tanya Nadia dengan nada khawatir.
“Sepertinya begitu,” jawab Raka. “Tapi polisi sudah memperketat pengawasan. Kita akan segera tahu siapa sebenarnya dalang utama di balik ini semua.”
Malam itu, setelah salon tutup, Nadia merasa lelah secara emosional. Ia duduk di meja kerja kecilnya, melihat-lihat desain nail art yang pernah ia buat. Ia memutuskan untuk membuat desain baru bertema perlindungan dan harapan.
Nadia mengunggah desain itu ke akun Kuku Ku dengan caption:
"Kadang, hidup membawa badai, tapi selalu ada cahaya di balik awan. Mari temukan kekuatan kita untuk tetap berdiri di tengah gelombang."
Postingan itu langsung mendapat banyak komentar positif dari para pengikutnya, yang memberi Nadia kekuatan baru untuk melanjutkan perjuangannya.
Namun, sebelum Nadia sempat beristirahat, ia menerima telepon dari nomor tak dikenal. Suara di seberang berkata dengan nada dingin:
"Kamu boleh terus bertahan, tapi aku juga tidak akan berhenti. Kita lihat siapa yang lebih kuat."
---
Komentar
Posting Komentar