Episode 53: Titik Terang di Balik Bayangan

 Daftar isi 41-60

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html

Pagi di salon terasa sibuk seperti biasa, tapi atmosfer sedikit berbeda. Nadia menyadari bahwa ancaman-ancaman terakhir tidak membuatnya melemah. Sebaliknya, ia merasa lebih termotivasi untuk melanjutkan pekerjaannya dengan semangat.

Seorang klien baru, Dea, seorang mahasiswi seni rupa, datang untuk mencoba nail art pertama kalinya. “Aku ingin desain yang mencerminkan ketertarikanku pada alam dan seni,” kata Dea dengan antusias.

Nadia tersenyum, menanggapi semangat itu. “Kita bisa buat sesuatu yang unik dengan campuran tema hutan dan elemen abstrak. Aku akan tambahkan aksen seni kontemporer, bagaimana?”

“Itu terdengar keren sekali!” jawab Dea.

Nadia mulai bekerja, mencampur warna hijau tua, biru, dan emas dengan teknik water marble. Ia menjelaskan pada Dea, “Teknik ini menghasilkan pola yang abstrak tapi tetap memiliki nuansa alami. Cocok untuk kamu yang ingin menonjolkan kreativitas.”

Sambil bekerja, Dea bercerita tentang proyek seninya yang terinspirasi oleh hubungan antara manusia dan alam. Cerita itu membuat Nadia teringat akan video yang baru-baru ini ia unggah di akun Kuku Ku.

“Dea, kalau kamu punya cerita tentang desain ini nanti, jangan ragu untuk membagikannya ke aku. Seni seperti ini bisa jadi inspirasi besar bagi banyak orang,” ujar Nadia.

Selesai bekerja, hasil desain kuku Dea benar-benar memukau. Pola abstrak yang menyerupai aliran sungai di tengah hutan dipadukan dengan aksen emas di ujung kuku. “Ini luar biasa, Kak Nadia. Aku merasa ini benar-benar aku!” seru Dea.

Setelah Dea pergi, Maya mendekati Nadia dengan kabar baru. “Nadia, aku dengar polisi sudah memanggil beberapa saksi tambahan untuk kasusmu. Raka bilang, mereka menemukan transaksi mencurigakan yang menghubungkan Lila dengan beberapa artikel fitnah itu.”

“Jadi, ini semakin menguatkan dugaan bahwa Lila memang dalangnya?” tanya Nadia.

“Sepertinya begitu,” jawab Maya. “Tapi tetap saja, kita harus waspada. Siapa tahu Lila masih punya rencana lain.”

Sore harinya, Raka datang ke salon dengan membawa kabar baik. “Nadia, polisi sudah berhasil mendapatkan pengakuan dari mantan asisten Melati. Dia mengaku bahwa Lila memerintahkannya untuk melakukan sebagian besar serangan terhadapmu, termasuk artikel fitnah dan pesan-pesan ancaman.”

“Benarkah?” Nadia terkejut sekaligus lega.

“Iya. Sekarang, mereka sedang menyusun dakwaan resmi untuk kasus ini. Ini mungkin memakan waktu, tapi setidaknya, kita sudah melihat titik terang,” jelas Raka.

Malam itu, Nadia duduk di ruang istirahat salon, merenungkan semua yang telah terjadi. Ia merasa bersyukur atas dukungan dari Raka, Lina, Maya, Tari, dan semua orang di sekitarnya.

Untuk merayakan kabar baik ini, Nadia memutuskan membuat desain baru untuk akun Kuku Ku dengan tema air dan kehidupan. Ia menulis di caption:

"Setiap aliran air membawa cerita dan harapan baru. Seperti hidup, meskipun menghadapi rintangan, kita tetap mengalir menuju tujuan. Terima kasih atas dukungan kalian selama ini!"

Postingan itu menjadi viral dalam waktu singkat, mendapatkan banyak komentar penyemangat dari para pengikutnya.

Namun, di tengah malam, Nadia menerima sebuah email tanpa nama dengan subjek:

"Sungai mungkin mengalir, tapi aku masih di sini."

Ancaman itu membuat Nadia terdiam. Meski demikian, kali ini ia tidak takut. Ia tahu, perjuangan ini belum selesai, tetapi langkahnya semakin mantap untuk menghadapi semua rintangan.


---


Komentar