Episode 52: Langkah yang Tegas
Daftar isi 41-60
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html
Pagi itu, udara di salon terasa sedikit tegang. Ancaman baru yang diterima Nadia malam sebelumnya membuatnya lebih waspada. Lina, yang sudah mengetahui pesan tersebut, langsung memutuskan untuk memasang kamera keamanan tambahan di sekitar salon.
“Nadia, kita harus lebih berhati-hati. Aku tak ingin sesuatu terjadi padamu atau salon ini,” kata Lina sambil memeriksa pemasangan kamera oleh teknisi.
“Terima kasih, Bu Lina. Saya juga akan lebih berhati-hati,” jawab Nadia.
Sementara itu, Tari mencoba mencairkan suasana dengan ceritanya yang kocak. “Kak Nadia, semalam aku mencoba desain kuku pakai stiker hutan sendiri, tapi malah tempelan stickernya miring semua!”
Nadia tersenyum tipis. “Nanti aku ajari lagi, Tari. Yang penting kamu tetap semangat belajar.”
Hari itu, Nadia melayani klien bernama Vina, seorang wanita karier yang menginginkan desain kuku sederhana tapi tetap memancarkan kesan elegan. “Aku suka konsep hutan, tapi aku butuh desain yang lebih minimalis untuk meeting,” kata Vina.
“Tenang, Mbak Vina. Kita bisa pakai elemen seperti garis-garis tipis menyerupai batang pohon dan aksen daun kecil di satu kuku,” saran Nadia.
Sambil bekerja, Nadia berbagi tips. “Untuk desain minimalis, gunakan warna dasar netral seperti nude atau krem. Elemen kecil seperti garis dan daun cukup ditempatkan di beberapa kuku agar tidak berlebihan.”
Setelah selesai, Vina terlihat puas. “Ini cantik sekali, Nadia. Terima kasih! Aku yakin ini akan menarik perhatian saat presentasi nanti.”
Saat Vina pergi, Raka datang ke salon dengan wajah serius. “Nadia, aku baru dapat kabar dari polisi. Lila sudah memberikan pernyataan, tapi dia menyangkal semua tuduhan. Sebaliknya, dia mencoba menyalahkan mantan asisten Melati.”
Nadia menarik napas panjang. “Jadi mereka saling melempar tanggung jawab?”
“Sepertinya begitu,” jawab Raka. “Tapi polisi sudah memiliki cukup bukti untuk melanjutkan kasus ini. Mereka hanya butuh waktu untuk menyusun dakwaan.”
Maya yang mendengar pembicaraan itu ikut bergabung. “Kita harus siap dengan kemungkinan apa pun. Nadia, kalau kamu butuh bantuan, jangan ragu untuk bilang.”
“Terima kasih, Kak Maya. Aku bersyukur punya tim yang selalu mendukungku,” jawab Nadia dengan tulus.
Malam harinya, Nadia merasa lebih tenang. Ia memutuskan untuk membuat video pendek tentang cara membuat desain minimalis dengan tema hutan dan mengunggahnya ke akun Kuku Ku. Dalam video itu, ia menunjukkan langkah demi langkah membuat aksen daun kecil dengan kuas tipis dan menambahkan sentuhan emas untuk kesan elegan.
Caption-nya berbunyi:
"Kadang, keindahan terletak pada kesederhanaan. Desain minimalis dengan elemen alam bisa memberikan kesan tenang dan anggun. Apa desain minimalis favorit Anda?"
Video itu segera mendapat banyak respons positif dari pengikutnya, memberikan Nadia semangat baru.
Namun, ketika ia hampir menutup malam dengan rasa puas, sebuah pesan baru masuk ke teleponnya:
“Kamu mungkin berpikir aku menyerah. Tunggu saja. Ini baru permulaan.”
Meski pesan itu membuat jantungnya berdebar, kali ini Nadia tak mau gentar. Ia tahu, dengan dukungan orang-orang terdekat, ia akan menghadapi apa pun yang datang.
---
Komentar
Posting Komentar