Episode 51: Cahaya di Tengah Kabut
Daftar isi 41-60
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html
Pagi itu, salon mulai ramai dengan klien yang penasaran mencoba desain nail art bertema hutan. Tari terlihat sibuk membantu Lina menata katalog stiker baru yang telah disiapkan untuk dipajang. Sementara itu, Nadia menyiapkan alat-alat untuk klien yang sudah membuat janji.
Seorang klien tetap, Dina, datang dengan wajah ceria. “Nadia, aku mau desain kuku yang sedikit berbeda kali ini. Tetap bertema alam, tapi lebih ke arah hutan tropis. Bisa?”
“Tentu, Mbak Dina,” jawab Nadia sambil tersenyum. “Aku punya beberapa stiker baru dan bisa menambahkan detail cat untuk menonjolkan kesan tropis.”
Dina memilih stiker dengan motif daun lebar, bunga tropis berwarna merah, dan burung eksotis. Nadia mulai mengaplikasikan dasar warna hijau muda untuk memberikan kesan segar. Sambil bekerja, ia berkata, “Untuk desain seperti ini, pemilihan warna dasar sangat penting. Hijau muda memberi kesan lembut, sementara aksen merah dari bunga tropis akan menjadi pusat perhatian.”
Dina tersenyum. “Kamu memang selalu tahu cara membuat desain yang pas, Nadia.”
Di sela-sela kesibukannya, telepon Nadia berdering. Itu dari Raka. Ia langsung mengangkatnya dengan cepat.
“Nadia, aku baru dapat kabar dari polisi,” kata Raka. “Lila dan mantan asisten Melati dipanggil untuk diinterogasi hari ini.”
Nadia terdiam sejenak. “Benarkah? Jadi ini langkah akhir?”
“Mungkin belum sepenuhnya selesai, tapi ini perkembangan besar,” jawab Raka. “Polisi yakin mereka punya cukup bukti untuk membuat kasus ini lebih kuat.”
Setelah menutup telepon, Nadia kembali bekerja dengan pikiran bercampur aduk. Ia menyelesaikan desain untuk Dina dengan menambahkan aksen daun kecil menggunakan kuas halus. Hasil akhirnya membuat Dina tampak puas.
“Ini luar biasa! Rasanya seperti membawa hutan tropis di tanganku,” kata Dina.
Saat Dina pergi, Maya mendekati Nadia. “Kabar dari Raka tadi membuatmu tampak gelisah. Apa yang kamu pikirkan?”
“Aku hanya takut ini belum benar-benar selesai,” jawab Nadia. “Tapi aku tahu, aku harus tetap kuat.”
“Kamu tidak sendirian,” kata Maya dengan tegas. “Kami semua ada di sini untukmu.”
Menjelang sore, Lina mengumpulkan semua staf untuk memberikan semangat. “Apa pun yang terjadi, kita harus tetap fokus pada apa yang kita lakukan di sini: menciptakan seni dan membawa kebahagiaan bagi klien. Kita adalah tim, dan kita akan melewati ini bersama.”
Malam itu, Nadia memutuskan untuk membuat postingan baru di akun Kuku Ku. Ia mengunggah foto desain Dina dengan caption:
"Hutan tropis adalah simbol kehidupan dan keberanian. Dalam setiap helai daun dan warna bunga, ada cerita yang menginspirasi. Apa cerita yang ingin Anda bawa ke dalam desain kuku Anda?"
Postingan itu mendapat respons positif, membuat Nadia merasa sedikit lebih ringan. Ia tahu, meskipun ancaman masih ada, ia memiliki dukungan dari orang-orang terdekat dan para penggemarnya.
Di tengah malam, telepon Nadia berdering lagi. Sebuah pesan anonim muncul:
“Kamu pikir ini sudah berakhir? Jangan terlalu percaya diri.”
Hati Nadia berdebar. Ia tahu perjuangannya belum selesai, tapi tekadnya untuk melawan semakin kuat.
---
Komentar
Posting Komentar