Episode 50: Jejak yang Kian Dekat

 Daftar isi 41-60

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html

Hari ini, suasana di salon terasa lebih hangat dari biasanya. Beberapa klien datang untuk mencoba desain bertema hutan yang sedang populer. Namun di balik keceriaan itu, Nadia masih memikirkan informasi yang diberikan polisi kemarin.

Saat ia sibuk mempersiapkan alat-alatnya, Lina menghampiri. “Bagaimana rasanya setelah mendengar perkembangan kasus ini?”

“Campur aduk, Bu Lina,” jawab Nadia. “Di satu sisi, lega karena akhirnya ada titik terang. Tapi di sisi lain, rasanya seperti ada yang terus mengintai.”

Lina tersenyum lembut. “Kamu sudah sejauh ini, Nadia. Jangan biarkan rasa takut menghentikanmu.”

Seorang klien bernama Ratna masuk ke salon dengan penuh semangat. “Kak Nadia, aku lihat desain yang pakai kombinasi stiker dan lukisan tangan di akun Kuku Ku. Aku mau yang mirip, tapi dengan nuansa lebih gelap, seperti hutan malam.”

“Pasti bisa, Mbak Ratna,” jawab Nadia. “Kita bisa pakai stiker siluet pohon dan burung hantu, lalu tambahkan detail cat untuk kesan misterius.”

Nadia mulai bekerja dengan hati-hati. Ia memilih dasar warna biru tua yang menyerupai langit malam, lalu menempelkan stiker siluet pohon besar di kuku tengah Ratna. “Untuk membuatnya lebih hidup, kita tambahkan aksen cahaya bulan dengan cat putih pada sisi pohon,” ujar Nadia sambil menunjukkan caranya.

“Detail kecil seperti ini benar-benar bikin beda, ya,” komentar Ratna sambil mengagumi prosesnya.

“Betul, Mbak,” jawab Nadia. “Setiap desain punya ceritanya sendiri, dan hutan malam ini punya misteri sekaligus keindahan.”

Sementara itu, Maya dan Tari sedang melayani klien lain. Mereka mengobrol santai tentang popularitas tema hutan di salon. “Aku suka bagaimana seni ini membuat orang merasa terhubung dengan alam,” kata Maya.

“Tapi Kak Nadia yang bikin tema ini spesial,” tambah Tari. “Dia selalu bisa menggabungkan seni dan cerita.”

Setelah selesai, Ratna memandangi kuku-kukunya dengan senyum puas. “Terima kasih, Kak Nadia. Ini persis seperti yang aku bayangkan.”

“Sama-sama, Mbak Ratna. Semoga desain ini membawa ketenangan untukmu,” jawab Nadia.

Ketika hari mulai beranjak sore, Raka datang ke salon membawa kabar baru. “Nadia, polisi menemukan bukti tambahan,” katanya dengan nada serius.

Nadia menghentikan pekerjaannya dan menatap Raka. “Bukti apa?”

“Mereka menemukan percakapan email antara Lila dan seseorang yang pernah menjadi asisten Melati. Isinya tentang rencana menyebarkan fitnah dan menciptakan gangguan di salonmu.”

Nadia terkejut. “Jadi benar mereka bersekongkol?”

“Sepertinya begitu,” kata Raka. “Dan polisi yakin mereka punya cukup bukti untuk memanggil Lila dan orang itu untuk diinterogasi.”

Meski merasa lega, Nadia tahu perjalanan ini belum selesai. Ancaman mungkin akan terus ada, tapi ia merasa lebih siap menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Malam harinya, Nadia mengunggah foto desain kuku Ratna ke akun Kuku Ku dengan caption:

"Ketika malam jatuh, hutan menyimpan cerita yang penuh misteri. Dengan seni nail art, kita bisa membawa cerita itu ke dalam detail kecil yang memukau. Jangan lupa, setiap desain punya makna unik bagi Anda."

Ia menutup harinya dengan rasa syukur, bertekad untuk terus melangkah maju, apa pun rintangannya.

---

Komentar