Episode 46: Cahaya di Tengah Hutan
Daftar isi 41-60
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html
Maret tiba dengan nuansa hijau yang terasa di udara, seolah alam ingin mengingatkan manusia tentang Hari Hutan Sedunia yang segera tiba. Di salon, Nadia memutuskan untuk membuat desain nail art bertema hutan sebagai penghormatan terhadap keindahan alam. Ia mulai mengerjakan desain dengan kombinasi warna hijau lumut, cokelat kayu, dan aksen daun emas yang berkilauan.
“Tema apa kali ini?” tanya Lina sambil menyeruput teh.
“Hutan. Aku pikir ini momen yang pas untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan,” jawab Nadia sambil menata alatnya.
Sementara itu, Tari terlihat sibuk membantu seorang klien, sedangkan Maya memeriksa daftar janji temu. Ketika suasana salon cukup tenang, Raka masuk membawa sesuatu di tangannya—sebuah kotak kecil berisi replika pohon bonsai.
“Nadia, ini untukmu,” katanya, memberikan bonsai itu dengan senyum kecil. “Aku lihat desain hutanmu di media sosial salon. Bagus sekali. Mungkin ini bisa jadi inspirasi tambahan."
Nadia terharu menerima hadiah itu. “Terima kasih, Raka. Kamu tahu cara membuat hariku lebih baik.”
Namun, ketenangan itu terusik saat Tari tiba-tiba berkata, “Nadia, kamu dapat paket lagi.” Nadia langsung merasa waspada. Ia membuka paket itu dengan hati-hati di hadapan Lina dan Maya. Di dalamnya, ada foto lama dirinya bersama Melati Pranowo, mentor nail art pertamanya, dengan pesan tertulis: ‘Semua akan tahu rahasiamu.’
Nadia memandangi foto itu dengan bingung. Ia tak bisa mengingat apa yang bisa dijadikan ancaman dari hubungan masa lalunya dengan Melati. Lina mendekat dan berkata tegas, “Kita harus melaporkan ini sekarang. Jangan biarkan mereka mengintimidasi kita.”
Di tengah kebingungannya, Raka berinisiatif memeriksa foto itu lebih dekat. “Ini bukan ancaman biasa. Pelakunya tahu tentang sejarah hidupmu. Kita harus cari tahu siapa di balik ini secepatnya.”
Meski ancaman itu terus menghantui, Nadia menolak untuk kehilangan fokus. Ia kembali ke desainnya, menyalurkan emosinya ke dalam nail art bertema hutan. Klien pertama yang mencoba desain itu adalah Tania, yang merasa desain tersebut menggambarkan ketenangan dan kekuatan alam.
“Aku merasa terhubung dengan desain ini. Rasanya seperti membawa sebagian hutan di ujung jariku,” kata Tania sambil tersenyum.
Di luar salon, Raka melanjutkan penyelidikannya dengan polisi. Mereka akhirnya menemukan bahwa foto itu diambil dari akun pribadi Melati yang pernah diretas beberapa tahun lalu. Sementara itu, Nadia merenung di ruang kerjanya. Meski ada ancaman, ia merasa didukung oleh teman-temannya di salon dan oleh Raka.
Ia memutuskan, apa pun yang terjadi, ia akan menghadapi semuanya dengan berani—seperti hutan yang tetap tegak meski diterpa badai.
---
Komentar
Posting Komentar