Episode 41: Dalam Bayangan Rencana

 Daftar isi 41-60

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-41-60.html


Pagi itu, Nadia merasa lebih waspada dari biasanya. Pesan ancaman terakhir membuatnya semakin yakin bahwa seseorang sedang mengawasi setiap langkahnya. Namun, dia tidak ingin rasa takut menghentikannya.

Di salon, Tari sedang membantu seorang klien saat Maya mendekati Nadia dengan wajah serius. “Tadi pagi, aku melihat seorang pria berdiri di seberang jalan, memandangi salon. Dia tidak masuk, hanya diam di sana cukup lama,” kata Maya.

“Pria seperti apa?” tanya Nadia, merasa gelisah.

“Tinggi, mengenakan jaket hitam. Aku tidak bisa melihat wajahnya jelas karena dia memakai topi,” jawab Maya.

Nadia menenangkan dirinya. “Mungkin hanya kebetulan. Tapi tetap saja, kita harus hati-hati. Aku akan memberitahu Raka dan polisi tentang ini.”

Sementara itu, seorang klien bernama Vania datang. Wanita itu tampak antusias dan langsung meminta desain kuku yang berani. “Aku mau desain tribal dengan warna-warna kontras. Aku ingin sesuatu yang mencolok, tapi tetap elegan,” katanya.

Nadia memulai pekerjaannya sambil berbincang dengan Vania. Ternyata, Vania adalah seorang seniman grafiti yang sedang mengadakan pameran karya seni jalanan. “Seni bisa menjadi cara untuk menyampaikan pesan, dan aku rasa nail art juga begitu,” kata Vania sambil tersenyum.

Nadia setuju. “Benar. Setiap desain punya cerita, dan itu yang membuatnya unik.”

Selama proses, Vania bertanya tentang cara menjaga kuku tetap sehat meski sering menggunakan cat dan aksesoris. Nadia menjelaskan pentingnya menggunakan base coat, serta merawat kuku dengan pelembap dan vitamin khusus. “Keseimbangan antara ekspresi seni dan kesehatan adalah kunci,” kata Nadia.

Hasil akhirnya membuat Vania sangat puas. “Aku suka ini! Ini seperti membawa bagian dari pameranku ke mana pun aku pergi,” katanya dengan senyum lebar.

Setelah Vania pergi, Nadia menerima telepon dari Raka. “Polisi menemukan sesuatu yang penting,” kata Raka.

“Apa itu?” tanya Nadia, penasaran.

“Orang yang bekerja di bawah Lila ternyata menggunakan identitas palsu. Dan lebih menariknya lagi, dia memiliki catatan kriminal terkait ancaman terhadap bisnis kecil,” jelas Raka.

Nadia merasa darahnya berdesir. “Jadi dia memang sengaja menargetkan salonku?”

“Itu yang sedang diselidiki lebih jauh. Tapi ini menunjukkan bahwa kita semakin dekat dengan pelaku sebenarnya,” kata Raka.

Sore harinya, sebuah paket tak dikenal tiba di salon. Nadia membukanya dengan hati-hati, hanya untuk menemukan sebuah boneka kecil yang rusak, dengan catatan bertuliskan: “Bisakah kamu tetap utuh saat semuanya runtuh?”

Nadia merasa ngeri, tapi dia tidak ingin panik di depan Maya dan Tari. “Kita akan melaporkan ini ke polisi sekarang,” katanya tegas.

Malam itu, Nadia dan Raka bertemu polisi untuk menyerahkan paket tersebut. Polisi menyatakan bahwa mereka semakin yakin ada keterlibatan lebih besar di balik ancaman ini, dan berjanji untuk meningkatkan pengawasan di sekitar salon.

Di tengah semua ketegangan, Nadia menemukan dirinya merenung. Ancaman ini tidak hanya menguji keberaniannya, tetapi juga membuktikan seberapa besar dia menghargai apa yang telah dia bangun.

---

Komentar