Episode 40: Jejak yang Tersisa
Daftar isi
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html
Pagi itu, salon dipenuhi energi baru setelah ide kampanye edukasi nail care untuk pria disetujui oleh Maya dan Tari. Meski ancaman terus menghantui, Nadia memilih untuk fokus pada pekerjaannya.
Seorang klien baru bernama Tania datang. Wanita muda itu terlihat elegan, namun ada sesuatu dalam matanya yang mencerminkan keraguan.
“Saya ingin mencoba kuku palsu yang tidak permanen. Saya butuh yang bisa dipasang dan dilepas dengan mudah,” kata Tania sambil tersenyum tipis.
Nadia menyambut permintaan itu dengan antusias. “Tentu saja. Kuku press-on atau kuku palsu tempel adalah pilihan yang fleksibel. Anda bisa menggunakannya untuk acara tertentu tanpa merasa terikat.”
Tania mengangguk. “Saya punya acara besar minggu ini, tapi pekerjaan saya mengharuskan saya untuk menjaga kuku tetap pendek. Jadi, saya butuh solusi yang cepat dan praktis.”
Nadia mulai membantu Tania memilih ukuran dan desain kuku yang sesuai. Mereka memutuskan untuk menggunakan desain marble putih dengan aksen emas, yang memberikan kesan glamor namun tetap simpel.
“Apakah kuku ini aman untuk sering dipasang dan dilepas?” tanya Tania.
“Ya, sangat aman selama Anda menggunakan perekat khusus yang tidak merusak kuku alami. Perekat ini cukup kuat untuk digunakan sehari-hari, tapi mudah dilepas dengan air hangat,” jelas Nadia.
Selama proses pemasangan, Tania mulai bercerita. “Saya sebenarnya agak ragu datang ke salon. Saya pernah mencoba kuku palsu sendiri di rumah, tapi hasilnya berantakan. Selain itu, saya merasa orang sering menghakimi perempuan yang terlalu peduli pada penampilan.”
Nadia tersenyum. “Di sini, kami percaya bahwa merawat diri adalah bagian dari mencintai diri sendiri. Tidak ada yang salah dengan itu. Yang penting, kita merasa nyaman dengan pilihan kita.”
Saat proses selesai, Tania memandang hasil akhirnya dengan takjub. “Ini sempurna! Saya bahkan merasa lebih percaya diri sekarang. Terima kasih, Nadia,” katanya.
Namun, saat Tania akan pergi, Nadia menerima pesan dari nomor tak dikenal: “Hati-hati dengan siapa yang masuk ke salonnya.”
Hati Nadia kembali berdebar, tapi dia berusaha untuk tetap tenang. Setelah Tania pergi, Nadia memberi tahu Maya tentang pesan itu.
“Menurutmu, apa ada hubungannya dengan klien kita?” tanya Maya dengan khawatir.
“Aku tidak tahu. Tapi pesan-pesan ini makin lama makin menyerang kehidupan sehari-hariku. Aku akan menyerahkan ini ke polisi,” jawab Nadia dengan tegas.
Malamnya, Raka membawa kabar baru. “Polisi telah menemukan hubungan kuat antara nomor telepon itu dan seseorang yang bekerja di bawah Lila. Kita sudah hampir sampai, Nadia.”
“Apa kamu yakin dia akan berhenti setelah ini?” tanya Nadia, suaranya penuh emosi.
Raka memegang tangannya erat. “Aku tidak tahu. Tapi yang aku yakin, kita tidak akan membiarkan mereka menang. Apa pun itu, kita hadapi bersama.”
---
Komentar
Posting Komentar