Episode 38: Bayang-bayang Masa Lalu

Daftar isi

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html

Keesokan paginya, Raka memutuskan untuk menemui Lila. Nadia tidak sepenuhnya setuju, mengingat masa lalu Raka dengan wanita itu sering kali berakhir rumit. Namun, Raka bersikeras, mengatakan bahwa ini mungkin satu-satunya cara untuk mengurai teka-teki.

“Percayalah, aku tahu apa yang kulakukan. Kalau Lila benar-benar terlibat, aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja,” kata Raka sebelum pergi.

Di salon, Nadia mencoba tetap fokus. Namun, pikirannya terus melayang ke pertemuan Raka dan Lila. Maya menyadari kegelisahan Nadia dan mendekatinya.

“Kamu kelihatan cemas. Apa ini tentang Raka?” tanya Maya.

Nadia mengangguk. “Aku hanya khawatir. Lila bukan orang yang mudah ditebak, dan kalau dia benar-benar ada di balik semua ini, aku takut Raka akan dalam bahaya.”

Maya meremas bahu Nadia. “Raka tahu apa yang dia lakukan. Kamu harus percaya padanya. Sementara itu, kita di sini untuk mendukungmu.”

Di tengah hari, seorang klien lama, Clara, datang. Kali ini dia meminta desain yang sederhana namun penuh makna. “Saya ingin sesuatu yang melambangkan kekuatan dan kebebasan. Mungkin seperti burung yang terbang tinggi,” katanya.

Nadia menciptakan desain dengan pola burung kecil yang sedang mengepakkan sayap di atas warna biru langit. Saat bekerja, Clara berbagi cerita bahwa dia akhirnya menemukan pekerjaan baru setelah berbulan-bulan mencoba bangkit dari hubungan toksik yang pernah diceritakannya sebelumnya.

“Terima kasih, Nadia. Percakapan kita waktu itu benar-benar membuka mataku. Aku tidak akan sampai di titik ini tanpa dukunganmu,” ujar Clara dengan tulus.

Mendengar itu, Nadia merasa sedikit lega. Di tengah semua kekacauan, ada hal baik yang tetap membuatnya semangat.

Sore harinya, Raka kembali dengan ekspresi serius. “Aku bertemu Lila,” katanya.

“Apa yang dia katakan?” tanya Nadia, suaranya bergetar.

“Dia tidak mengaku langsung terlibat, tapi dia mengisyaratkan sesuatu. Dia menyebut ‘keseimbangan dalam permainan,’ seolah-olah dia tahu tentang ancaman yang kamu terima. Aku yakin dia ada hubungannya,” jawab Raka.

Nadia merasa jantungnya berdebar. “Jadi, dia benar-benar terlibat?”

“Belum ada bukti konkret, tapi aku tidak akan berhenti sampai kita tahu siapa dalang di balik semua ini,” kata Raka dengan tegas.

Malam itu, saat Nadia bersiap menutup salon, dia menemukan pesan lain di mejanya. Kali ini, pesan itu berbunyi: “Kebenaran tidak akan pernah cukup untuk menyelamatkanmu.”

---

Episode ini berakhir dengan semakin jelasnya keterlibatan Lila, namun tetap menyisakan misteri tentang motifnya. Tekanan pada Nadia semakin besar, tetapi dukungan dari Raka, Maya, dan para klien membuatnya tetap berjuang.


Komentar