Episode 37: Jejak yang Terhapus
Daftar isi
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html
Pagi itu, Nadia merasakan udara dingin menusuk, meski matahari bersinar terang. Amplop dan catatan dari malam sebelumnya masih menghantui pikirannya. Dia membawa bukti itu kepada Raka yang langsung menyarankan agar melapor ke polisi.
“Semuanya semakin jelas kalau ini bukan ancaman biasa,” kata Raka. “Mungkin mereka mencoba membuatmu paranoid, tapi kita tidak akan biarkan mereka menang.”
Nadia mengangguk, meski hatinya diliputi kecemasan. Namun, sebelum pergi ke polisi, dia harus tetap menjalankan rutinitas di salon. Tari sedang melayani klien, sementara Maya bersiap untuk janji dengan pelanggan tetap.
“Baiklah, kita jalani hari seperti biasa. Jangan sampai mereka merasa menang,” ujar Nadia, mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Siang itu, Alya datang lagi, kali ini hanya untuk berbincang. Ia mengaku bahwa desain kuku dari kemarin membuatnya percaya diri menghadapi masalahnya. “Kadang seni kecil seperti ini bisa mengingatkan saya untuk terus maju,” kata Alya sambil tersenyum.
Namun, saat Alya pergi, Nadia melihat sesuatu yang janggal. Seorang pria dengan jaket hitam tampak berdiri di seberang jalan, memperhatikan salon. Begitu sadar diperhatikan, pria itu segera masuk ke sebuah mobil dan pergi.
Nadia langsung menghubungi Raka dan menceritakan kejadian tersebut. “Dia berdiri di sana cukup lama, aku yakin itu bukan kebetulan,” katanya.
“Bisa jadi itu bagian dari permainan mereka. Aku akan coba hubungi kenalan di kantor polisi untuk bantuan lebih cepat,” kata Raka, suaranya tegas.
Sore harinya, Maya menemukan sebuah paket kecil di gudang salon. Paket itu berisi botol berisi cairan merah yang menyerupai darah, dengan pesan: “Kamu tidak tahu siapa temanmu dan siapa musuhmu.”
Nadia merasa darahnya mendidih. Dia segera menelepon polisi untuk melaporkan temuan itu. “Aku sudah muak dengan semua ini, Kak Maya. Mereka pikir bisa membuat kita ketakutan, tapi aku tidak akan menyerah.”
Saat malam tiba, Raka datang membawa kabar baru. Penelusuran nomor yang digunakan Alex ternyata membawa mereka ke sebuah toko elektronik di pinggiran kota. “Nomor itu dibeli dengan identitas palsu. Tapi aku menemukan petunjuk, mungkin ini terkait seseorang bernama Lila,” ujar Raka dengan wajah serius.
“Lila?” Nadia tertegun. Nama itu tidak asing baginya—seseorang dari masa lalu yang dulu memiliki hubungan rumit dengan Raka.
Raka melanjutkan, “Aku belum bisa memastikan, tapi kita harus hati-hati. Aku akan menemui Lila besok untuk mencari tahu lebih lanjut.”
---
Episode ini berakhir dengan semakin terungkapnya hubungan antara ancaman terhadap Nadia dan masa lalu Raka. Identitas Lila sebagai sosok mencurigakan membawa cerita menuju konflik baru yang lebih mendalam.
Komentar
Posting Komentar