Episode 36: Bayangan di Balik Cermin

 Daftar isi

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html

Pagi itu, Nadia tiba di salon lebih awal. Walau ancaman terus menghantuinya, dia bertekad untuk tidak menunjukkan kelemahan di depan klien maupun timnya. Maya menyambut dengan secangkir kopi hangat, sementara Tari sibuk menata perlengkapan nail art.

“Nadia, kamu yakin bisa handle semuanya hari ini?” tanya Maya lembut.

“Bisa, Kak. Kalau kita terus bekerja, siapa pun yang mengancam pasti kesal karena dia gagal menghentikan kita,” jawab Nadia, mencoba tersenyum.

Saat salon mulai ramai, seorang klien baru datang, memperkenalkan diri sebagai Alya. Dia tampak anggun dengan pakaian sederhana namun berkelas. Alya meminta desain yang unik, mencerminkan konsep dualitas—gelap dan terang, ketegangan dan harmoni.

“Apa inspirasinya?” tanya Nadia sambil mempersiapkan alat.

“Saya ingin sesuatu yang menggambarkan hidup saya sekarang. Penuh kontras, tapi tetap punya harapan,” jawab Alya, matanya memancarkan keteguhan.

Nadia mulai mendesain kombinasi warna hitam dan putih dengan aksen garis emas. Ia menambahkan pola spiral di beberapa kuku untuk melambangkan perjalanan hidup yang berliku. Saat bekerja, Alya mulai bercerita tentang pengalaman kehilangan pekerjaan akibat fitnah yang dilontarkan mantan koleganya. Cerita itu terasa seperti cermin bagi Nadia.

“Kadang kita tidak bisa menghindari orang-orang seperti itu. Tapi yang penting, bagaimana kita tetap berdiri dan menemukan tujuan baru,” kata Nadia, berusaha menyemangati Alya.

Ketika desain selesai, Alya terlihat puas. “Karya ini sangat cantik, Nadia. Terima kasih. Semoga kamu juga menemukan kekuatan untuk menghadapi apa pun yang sedang terjadi,” ucap Alya sebelum pergi.

Sore harinya, Raka menghubungi Nadia dengan kabar penting. “Nadia, Alex mengaku dia disuruh seseorang untuk mengawasi salonmu, tapi dia tidak tahu siapa dalangnya. Dia hanya menerima instruksi dari nomor tak dikenal.”

“Lalu, apa langkah selanjutnya?” tanya Nadia, suaranya sedikit gemetar.

“Kami akan melacak nomor itu. Tapi untuk sementara, tetaplah waspada. Aku ada di sini untukmu,” ujar Raka meyakinkan.

Malam itu, Nadia menemukan amplop kecil tergelincir di bawah pintu salon. Di dalamnya ada foto dirinya sedang berbicara dengan Alya, dan sebuah catatan bertuliskan: “Hati-hati kepada siapa kamu percaya.”

---

Episode ini berakhir dengan ketegangan baru, memperlihatkan bahwa Nadia tetap menjadi target permainan manipulatif yang misterius. Namun, kehadiran klien seperti Alya memberi semangat bahwa hidup tidak selalu hitam-putih, ada peluang untuk bangkit dan menciptakan harmoni.


Komentar