Episode 35: Ketegangan di Balik Desain
Daftar isi
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html
Pagi itu, salon terasa lebih sunyi dari biasanya. Setelah menerima foto ancaman kemarin, Nadia, Maya, dan Tari mencoba tetap tenang. Raka berjanji akan datang dengan informasi baru dari polisi.
Seorang klien tetap, Ratna, datang dengan wajah ceria. "Nadia, aku mau desain kuku untuk acara kantor. Dress code-nya putih, jadi kukunya harus mencolok tapi tetap profesional."
Nadia menyambut Ratna dengan senyuman, mencoba mengalihkan pikirannya dari ancaman. "Aku tahu sesuatu yang cocok. Bagaimana kalau kita coba desain chrome minimalis? Elegan, berkelas, tapi tetap menarik perhatian."
Proses Nail Art untuk Desain Chrome Minimalis:
1. Persiapan Kuku: Nadia membentuk kuku Ratna menjadi bentuk square pendek, ideal untuk acara formal.
2. Warna Dasar: Nadia mengaplikasikan warna dasar nude untuk memberikan tampilan bersih.
3. Lapisan Chrome: Menggunakan powder chrome berwarna silver, Nadia menciptakan efek metalik pada beberapa kuku.
4. Aksen Garis Tipis: Garis tipis warna hitam dan emas ditambahkan untuk menciptakan pola simpel namun menonjol.
5. Top Coat: Nadia mengaplikasikan top coat glossy untuk melindungi dan menonjolkan efek chrome.
Ratna menatap hasil akhirnya dengan kagum. "Ini sempurna, Nadia. Nggak sabar rasanya buat pamer nanti malam."
Edukasi Padupadan Desain Chrome:
Setelah selesai, Nadia memberikan tips kepada Ratna dan klien lain yang mendengar.
Paduan Fashion: Desain chrome cocok untuk outfit monokrom atau gaun sederhana. Tambahkan aksesori perak atau emas untuk melengkapi tampilan.
Pilihan Rambut: "Gaya rambut sleek seperti ponytail rendah atau blow dry simpel akan membuat kuku terlihat lebih menonjol," jelas Nadia.
Penyelidikan Berlanjut
Di tengah kesibukan, Raka datang membawa kabar penting. "Polisi menemukan sesuatu. Nomor yang mengirim pesan ancaman terkait dengan seseorang bernama Alex. Dia adalah mantan asisten Nia yang dipecat beberapa bulan lalu."
Nadia mengernyit. "Kenapa dia mengincar aku? Apa ini ada hubungannya dengan Nia?"
Raka menghela napas. "Kemungkinan besar. Alex mungkin melakukannya atas perintah Nia, atau mungkin dia bertindak sendiri untuk balas dendam karena merasa diperlakukan tidak adil."
Sementara mereka berbicara, seorang kurir datang membawa paket tanpa nama. Nadia membuka paket itu dengan hati-hati, didampingi Maya dan Raka. Di dalamnya terdapat kuku palsu dengan cat hitam yang penuh coretan merah, seolah melambangkan darah, dan pesan singkat:
"Ini peringatan terakhir. Pilihlah dengan bijak."
Maya segera menghubungi polisi, sementara Tari, yang melihat paket itu, tampak ketakutan. "Kak Nadia, apa kita harus tutup salon untuk sementara waktu?" tanyanya dengan suara bergetar.
Nadia menggeleng. "Tidak, Tari. Kalau kita menyerah sekarang, mereka menang. Kita harus tetap bekerja seperti biasa, tapi dengan lebih waspada."
Ketegangan yang Memuncak
Malamnya, setelah salon tutup, Nadia dan Raka berbicara serius tentang langkah selanjutnya.
"Aku akan menemui Alex. Kita perlu tahu apa motifnya," ujar Raka.
Nadia merasa ragu. "Itu berbahaya. Kalau dia memang terlibat, kita tidak tahu sejauh mana dia bisa bertindak."
Namun, Raka meyakinkan Nadia bahwa dia tidak akan melakukannya sendirian. "Aku akan membawa polisi bersamaku. Kamu tetap di sini dan jaga dirimu."
Di sudut lain kota, Alex sedang berbicara dengan seseorang di telepon. "Aku sudah melakukan semuanya sesuai rencana. Sekarang giliranmu untuk memastikan dia tidak akan bangkit lagi."
Siapa sebenarnya di balik semua ini? Apakah Nia benar-benar terlibat, atau ada pemain lain yang menyembunyikan agendanya?
Komentar
Posting Komentar