Episode 30: Jejak di Balik Layar
Daftar isi
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html
Pagi di salon terasa lebih sibuk dari biasanya. Klien berdatangan untuk mencoba desain kuku terbaru yang tengah viral, hasil kolaborasi antara Nadia dan Raka. Namun, meski senyum Nadia tetap menghiasi wajahnya, hatinya diliputi keresahan. Ancaman dari nomor tak dikenal yang diterimanya malam sebelumnya masih membayangi pikirannya.
Di sela-sela waktu, Nadia mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan Maya.
"Teh, aku dapat pesan aneh lagi tadi malam. Mereka bilang aku harus berhenti bicara soal artikel itu, kalau tidak, ada konsekuensi," ujar Nadia, suaranya sedikit bergetar.
Maya menatapnya dengan pandangan penuh perhatian. "Nadia, kita nggak bisa diam. Ancaman seperti ini cuma trik untuk bikin kamu takut. Kita harus mencari tahu siapa di balik semua ini."
Maya lalu mengusulkan untuk meminta bantuan Raka, yang dikenal memiliki koneksi kuat di bidang teknologi melalui rekan-rekannya. Nadia awalnya ragu, tak ingin melibatkan Raka lebih jauh, tetapi Maya berhasil meyakinkannya.
Beberapa jam kemudian, Raka tiba di salon dengan wajah serius.
"Aku sudah kasih tahu teman yang ahli dalam melacak jejak digital. Kita akan cari tahu dari mana pesan itu berasal," ujarnya sambil menenangkan Nadia.
Sementara itu, Tari yang mendengar percakapan mereka mencoba meringankan suasana.
"Mungkin aku bisa bantu juga, Kak Nadia. Aku punya teman yang kerja di bidang keamanan siber. Kalau mau, aku coba tanya-tanya."
Nadia tersenyum kecil melihat semangat Tari, meski masih merasa tegang.
"Terima kasih, Tari. Tapi aku nggak mau kamu terlibat terlalu jauh, ya. Ini cukup berisiko."
Di sisi lain, Raka mulai mencurigai adanya keterlibatan Nia atau Lila, mengingat motif mereka yang kuat untuk menjatuhkan Nadia. Namun, tanpa bukti yang jelas, dia memilih untuk fokus pada langkah-langkah konkret.
Ketika malam tiba, sebuah pesan baru muncul di ponsel Nadia. Kali ini pesannya lebih spesifik:
"Berhenti menyelidiki atau semua orang akan tahu rahasiamu."
Pesan itu membuat Nadia terpaku. "Rahasia? Apa maksudnya?" gumamnya pelan. Maya yang ada di dekatnya langsung mendekat.
"Nadia, apa kamu punya rahasia yang mungkin mereka tahu?" tanya Maya lembut.
Nadia menggeleng. "Aku nggak tahu, Teh. Tapi ini seperti gertakan. Aku nggak bisa mundur sekarang."
Raka, yang melihat pesan itu, segera menghubungi temannya untuk mempercepat pelacakan. "Kita akan tahu siapa ini. Kamu nggak sendiri, Nad."
Namun, di tempat lain, seseorang dengan wajah misterius terlihat tersenyum puas sambil mengetik sesuatu di laptopnya.
"Permainan baru saja dimulai," bisiknya pelan.
---
Komentar
Posting Komentar