Episode 3: Kesan yang Tertinggal
Malam itu, setelah pulang dari kafe, Nadia merasa ada sesuatu yang berbeda. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya mengusik pikirannya. Ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya, namun bayangan senyum Raka terus menghantui. Hari baru dimulai, dan Nadia kembali ke rutinitas sehari-hari di salon.
Ayu (sambil menyapu lantai): "Ada yang berbeda dengan kamu, Nad. Makin cerah aja hari ini, ya?"
Nadia: "Ah, nggak juga. Cuma... ya, hari ini mungkin terasa lebih baik."
Ayu: "Kamu memang nyebelin, ya. Semua orang bisa lihat kalau kamu senyum-senyum sendiri, tapi kamu tetap mau pura-pura nggak ada apa-apa."
Nadia hanya tertawa dan melanjutkan pekerjaannya, tetapi dalam hatinya, ia tahu apa yang Ayu maksud. Ia mencoba menenangkan pikirannya dengan fokus pada pekerjaan. Namun, kejutan hari itu belum berakhir.
---
Bagian 1: Klien Lama, Permintaan Baru
Pagi itu, klien lama Nadia, seorang influencer kecantikan bernama Melly, datang untuk perawatan. Melly adalah salah satu klien yang selalu mengikuti tren dan ingin tampil beda setiap saat.
Melly: "Nadia, aku ada ide baru! Aku ingin kuku aku punya desain yang unik, sesuatu yang belum pernah aku coba sebelumnya. Bagaimana kalau desain 3D?"
Nadia sedikit terkejut. Desain 3D untuk kuku memang sudah ada, tetapi jarang dilakukan karena tingkat kesulitan dan waktu yang dibutuhkan. Namun, tantangan selalu menarik bagi Nadia.
Nadia: "Desain 3D? Itu bisa banget, Melly. Kita bisa gunakan acryl gel atau polimer yang bisa dibentuk dan dicetak sesuai keinginan. Pasti akan jadi fokus utama di foto kamu."
Melly: "Iya! Aku pikir dengan desain yang lebih berani, followers aku bakal suka. Ayo, lakukan yang terbaik!"
Nadia pun mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat desain 3D tersebut. Ia menjelaskan setiap langkah dengan detail kepada Melly.
Nadia: "Untuk desain 3D ini, kita akan mulai dengan membentuk dasar dari gel acryl. Kemudian, kita bentuk elemen-elemen kecil seperti bunga atau pola yang ingin ditonjolkan. Setelah itu, kita akan menunggu sampai semuanya kering dan mengeras sebelum finishing."
Melly: "Wow, kedengarannya rumit. Tapi aku percaya kamu bisa!"
---
Bagian 2: Momen Tak Terduga
Saat Nadia tengah fokus pada pengerjaan kuku Melly, tiba-tiba pintu salon terbuka. Raka masuk dengan langkah santai. Nadia melihatnya dan, tanpa sadar, hatinya berdegup kencang.
Raka: "Hai, Nadia. Aku cuma ingin ngucapin terima kasih lagi untuk desain kemarin. Kuku aku masih awet dan kelihatan keren banget."
Nadia (tersenyum): "Senang dengar itu, Mas Raka. Ada yang bisa saya bantu hari ini?"
Raka terlihat ragu sejenak, lalu membuka mulutnya.
Raka: "Sebenarnya, aku pengen tanya, kalau aku minta desain kuku yang lebih... minimalis, bisa nggak?"
Melly, yang sedang duduk di kursi, langsung menyela dengan senyum lebar.
Melly: "Oh, Raka! Jadi kamu juga suka nail art? Menarik, nih. Tapi aku rasa desain minimalis yang kamu mau, nanti jadi terlalu... 'pria' banget deh."
Raka tertawa kecil, merasa sedikit canggung.
Raka: "Ya, memang, aku nggak terlalu suka desain yang ribet. Tapi aku pikir, mungkin aku bisa coba beberapa desain simpel yang terlihat elegan."
Nadia: "Desain minimalis tetap bisa keren kok, Mas. Bisa menggunakan warna gelap atau garis halus yang memberikan kesan modern."
Raka duduk di kursi dan melihat Nadia bekerja. Ia diam sejenak, kemudian mengubah topik pembicaraan.
Raka: "Ngomong-ngomong, bagaimana kalau kita lanjutkan ngobrol lagi setelah salon tutup? Mungkin kita bisa ngobrol lebih banyak tentang desain atau pekerjaan."
Ayu, yang mendengarkan percakapan itu dari jauh, langsung mengedipkan mata ke arah Nadia.
Ayu: "Kamu sudah dapat undangan kedua, Nad!"
Nadia hanya tersenyum malu, sambil melanjutkan pekerjaan.
---
Bagian 3: Desain Kecil, Cerita Besar
Setelah menyelesaikan kuku Melly dengan desain 3D yang mengesankan, Nadia beralih ke desain Raka. Ia mulai menciptakan pola minimalis yang elegan dengan garis-garis tipis berwarna hitam, berpadu dengan latar belakang kuku transparan.
Nadia: "Desain seperti ini memberikan kesan maskulin, tapi tetap stylish. Tidak berlebihan, tapi tetap bisa menunjukkan sisi seni."
Raka: "Keren, Nadia. Aku nggak sabar lihat hasilnya."
Beberapa menit berlalu, dan akhirnya desain selesai. Raka menatap tangannya yang kini tampak lebih rapi dan modern.
Raka: "Wah, ini lebih dari yang aku harapkan. Terima kasih banget, Nadia."
Melly, yang sudah selesai, memutuskan untuk pergi, namun sebelum pergi ia sempat menambahkan sesuatu.
Melly: "Raka, kamu harus coba lebih banyak desain ke depan. Kalau perlu, aku rekomendasikan beberapa brand yang bagus untuk nail care. Kita harus tampil beda!"
Setelah Melly pergi, Raka dan Nadia berbicara lebih banyak tentang pekerjaan mereka dan berbagi pandangan hidup.
---
Penutup
Hari itu, salon terasa lebih hangat dengan percakapan yang terjadi. Nadia merasa semakin dekat dengan Raka, namun ia tahu bahwa setiap hubungan membutuhkan waktu. Namun, ia tak bisa menepis perasaan bahwa ketukan di senja hari mulai memberikan arti yang lebih dalam dalam hidupnya.
Daftar isi
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi.html
Cerita sebelumnya
Episode 2: Sketsa di Balik Pola
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/episode-2-sketsa-di-balik-pola.html
Cerita selanjutnya
Episode 4: Pola di Antara Rahasia
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/episode-4-pola-di-antara-rahasia.html
Komentar
Posting Komentar