Episode 28: Bayangan yang Tak Hilang

Daftar isi

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html

Malam kemenangan di pameran terasa hangat bagi Nadia. Meskipun ancaman baru masih membayangi, dia memutuskan untuk fokus menikmati momen kebahagiaan bersama Raka, Maya, Tari, dan orang-orang terdekat. Namun, di balik semua itu, Nadia tahu bahwa ada rencana lebih besar yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi ancaman berikutnya.

---

Pagi di Salon: Klien dengan Inspirasi Baru

Keesokan harinya, salon kembali menjadi tempat rutinitas yang menyenangkan. Seorang klien setia, Ratna, datang dengan permintaan desain baru yang terinspirasi dari lukisan terkenal.

“Nadia, aku baru saja melihat pameran seni kamu. Itu sangat menginspirasi! Aku ingin desain kuku yang terinspirasi dari salah satu lukisan Van Gogh, Starry Night.”

Nadia tersenyum. “Itu tantangan yang menarik. Pola melingkar dan warna biru kuning dari lukisan itu bisa diaplikasikan dengan teknik freehand painting di kuku.”

Saat Nadia bekerja, dia menjelaskan kepada Tari tentang teknik ini. “Melukis pola kompleks seperti ini membutuhkan kuas nail art yang sangat halus. Kita mulai dengan dasar biru gelap, lalu tambahkan lapisan detail menggunakan warna kuning dan putih untuk menciptakan efek bercahaya.”

Ratna tampak terpesona melihat hasilnya. “Kuku ini seperti karya seni mini! Terima kasih, Nadia.”

---

Diskusi dengan Raka

Sore itu, Raka mampir ke salon untuk bertemu Nadia. Mereka berbicara tentang ancaman terbaru yang Nadia terima.

“Aku khawatir ini bukan hanya tentang Herman. Ada pihak lain yang ingin menghentikan apa yang sedang kita bangun,” kata Nadia dengan nada serius.

Raka mengangguk. “Kita tidak boleh lengah. Tapi aku percaya, seni adalah cara terbaik untuk melawan. Proyek berikutnya harus lebih besar, lebih berdampak.”

“Apa kamu punya ide?” tanya Nadia.

“Bagaimana kalau kita merancang ruang komunitas seni yang tidak hanya untuk pameran, tetapi juga untuk pelatihan dan kolaborasi?” usul Raka.

Ide itu membuat mata Nadia berbinar. “Itu akan menjadi tempat di mana seni dan kehidupan bertemu. Aku suka idenya!”

---

Kehebohan Tari di Salon

Sementara itu, Tari mencoba melayani seorang klien remaja yang ingin desain kuku berbentuk karakter kartun favoritnya. Tari, yang belum sepenuhnya terampil dalam teknik ini, membuat beberapa kesalahan.

“Aduh, kukunya jadi miring, Mbak Maya!” kata Tari panik.

Maya datang membantu dengan tenang. “Jangan khawatir, Tari. Kalau terjadi kesalahan, kamu bisa menghapus lapisan dan mulai lagi. Teknik dasar nail art adalah soal kesabaran.”

Dengan bimbingan Maya, Tari berhasil menyelesaikan desain kuku dengan rapi. Klien remaja itu pun tersenyum puas.

“Nanti aku ajarin teknik detailnya ya, Tari,” ujar Maya sambil tersenyum.

---

Undangan dari Lila

Malam itu, Nadia menerima undangan resmi dari Lila untuk menghadiri pertemuan eksklusif para seniman dan kolektor seni terkemuka. Lila ingin Nadia mempresentasikan idenya tentang ruang komunitas seni.

“Ini kesempatan besar, Nadia,” kata Lila melalui telepon. “Banyak yang akan mendukungmu jika ide ini dieksekusi dengan baik.”

Nadia merasa antusias sekaligus gugup. Ini adalah langkah besar untuk membawa visi seninya ke tingkat berikutnya.

---

Cliffhanger

Namun, saat Nadia bersiap untuk presentasi tersebut, sebuah artikel di media muncul dengan judul sensasional:

"Seni atau Manipulasi? Kontroversi di Balik Kolaborasi Nadia dan Lila."

Artikel itu menuduh bahwa proyek seni Nadia hanya alat untuk kepentingan politik dan ekonomi Lila.

Nadia terkejut. Siapa yang berada di balik serangan ini? Dan bagaimana dia akan mengatasi fitnah yang berpotensi menghancurkan reputasinya?


Komentar