Episode 26: Jejak di Balik Layar
Daftar isi
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html
Pagi itu, suasana salon sedikit lebih santai. Nadia mencoba menikmati momen-momen tenang sambil fokus pada pekerjaannya. Namun, pikirannya terus terpecah antara ancaman yang membayangi dan rencana besar yang sedang ia jalankan. Pesan terakhir dari nomor tak dikenal masih mengganggu pikirannya, tetapi Nadia tahu bahwa ia harus tetap tenang.
---
Kehidupan di Salon: Klien Baru dengan Tantangan Baru
Seorang klien baru, Rini, seorang pekerja kreatif muda yang gemar bereksperimen dengan penampilan, datang ke salon untuk pertama kalinya. "Nadia, aku mau desain kuku yang cocok dengan warna rambut baruku. Aku baru saja mengecat rambutku ungu dengan aksen biru."
Nadia mengamati Rini sejenak. "Untuk rambut seperti itu, kamu bisa mencoba desain ombre di kuku, menggunakan warna ungu dan biru. Ombre ini akan menciptakan transisi halus yang senada dengan rambutmu."
Rini tersenyum. "Itu terdengar menarik! Tapi aku juga ingin sesuatu yang unik, seperti tambahan aksen kecil."
Nadia mengusulkan untuk menambahkan pola bintang kecil di beberapa kuku untuk memberikan efek dreamy. "Bintang ini akan menonjolkan kesan imajinatif tanpa mengurangi harmoni dengan warna rambutmu," jelasnya.
Sambil bekerja, Nadia menjelaskan teknik dasar ombre kepada Tari. "Teknik ombre di kuku biasanya menggunakan spons kecil untuk menciptakan transisi warna. Penting untuk memilih warna yang saling melengkapi agar hasilnya terlihat natural."
Tari tampak antusias mendengar penjelasan itu. "Aku ingin mencobanya nanti!"
---
Penyelidikan Lanjut
Di luar salon, Raka dan jurnalis independen melanjutkan penyelidikan mereka. Mereka menemukan bahwa direktur perusahaan Lila, seorang pria bernama Herman, adalah dalang di balik rumor dan upaya menjatuhkan Lila serta Nadia.
“Herman tampaknya merasa bahwa Lila terlalu fokus pada seni, yang menurutnya tidak menguntungkan perusahaan,” kata jurnalis itu.
Raka berpikir keras. “Jika dia menggunakan cara-cara kotor untuk melawan Lila, kita harus mencari bukti yang cukup untuk mengeksposnya. Tapi kita harus berhati-hati, karena dia punya banyak koneksi.”
---
Momen Bersama Maya
Malam itu, Maya mengajak Nadia untuk berbicara secara pribadi. "Kamu terlihat semakin tegang akhir-akhir ini. Apa yang sebenarnya terjadi?"
Nadia akhirnya menceritakan semua yang dia alami, dari ancaman Nia hingga konspirasi di dalam perusahaan Lila. Maya mendengarkan dengan seksama.
"Kamu sudah melalui banyak hal, Nadia. Tapi jangan lupa, kamu tidak sendiri. Kami semua di sini mendukungmu," kata Maya lembut.
Ucapan Maya memberi Nadia kekuatan baru. Dia tahu bahwa dukungan orang-orang di sekitarnya adalah kunci untuk melewati masa sulit ini.
---
Pertemuan Rahasia dengan Lila
Beberapa hari kemudian, Nadia mengatur pertemuan dengan Lila di sebuah lokasi rahasia. Ia memberikan informasi tentang Herman dan rencana liciknya.
Lila tampak terpukul, tetapi dia mencoba tetap tegar. "Saya sudah mencurigai Herman sejak lama, tetapi ini pertama kalinya saya mendapatkan bukti konkret. Terima kasih, Nadia. Ini akan sangat membantu."
Mereka sepakat untuk bekerja sama menghadapi ancaman ini. Lila berjanji untuk melindungi reputasi Nadia dan proyek pameran mereka.
---
Cliffhanger
Namun, saat Nadia pulang malam itu, dia menemukan sebuah paket kecil di depan pintu salon. Di dalamnya, ada kartu dengan tulisan:
"Jika kamu terus ikut campur, semuanya akan runtuh. Pilihlah dengan bijak."
Ancaman ini membuat Nadia sadar bahwa perjuangan melawan Herman dan Nia akan semakin sulit. Tapi dia juga tahu, menyerah bukan pilihan.
Komentar
Posting Komentar