Episode 24: Titik Balik di Balik Layar
Daftar isi
https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html
Kehidupan Nadia tampak semakin rumit. Di satu sisi, kesibukan salon menjadi penghiburan sekaligus pengingat akan pekerjaannya yang penuh makna. Di sisi lain, ancaman misterius dan rumor yang beredar mengancam reputasi dan proyek seni yang telah dia bangun dengan susah payah.
Di tengah pikirannya yang kacau, jurnalis independen yang sebelumnya berjanji membantu mengirimkan dokumen detail terkait sumber rumor tersebut.
---
Kebenaran Terungkap
Nadia membaca dokumen itu dengan saksama. Nama yang disebutkan membuatnya terkejut: Nia. Rupanya, Nia telah bekerja sama dengan pihak tertentu dalam perusahaan Lila untuk mendiskreditkan Nadia.
Raka, yang berada di studio bersama Nadia, mencoba menenangkannya. “Ini bukan akhir segalanya. Dengan bukti ini, kamu bisa melawan mereka.”
Namun, Nadia tahu bahwa menghadapi Nia dan perusahaan besar seperti milik Lila bukan hal yang mudah. Dia memutuskan untuk berkonsultasi dengan Arman, yang berpengalaman dalam dunia bisnis.
---
Langkah Strategis
Arman menyusun strategi. “Kamu tidak bisa menyerang mereka secara langsung tanpa bukti kuat. Tapi kita bisa menggunakan pameran ini untuk menegaskan posisi dan integritasmu.”
Nadia setuju. Bersama Raka, Bu Melati, dan Daniel, mereka merencanakan sebuah pernyataan resmi untuk acara penutupan pameran. Pernyataan itu akan menegaskan bahwa semua karya adalah hasil kolaborasi tim dengan penghormatan penuh terhadap hak cipta.
---
Hari di Salon
Sementara itu, di salon, Tari terlihat lebih serius daripada biasanya. Dia sedang mempersiapkan desain kuku untuk seorang klien muda yang akan menghadiri acara fashion show.
“Desain apa yang cocok untuk gaun satin hitam dengan detail renda?” tanya klien tersebut.
Maya menjawab sebelum Nadia sempat bicara. “Saya sarankan desain kuku berwarna nude dengan aksen renda hitam di satu atau dua kuku. Itu akan terlihat elegan dan tidak berlebihan.”
Nadia menambahkan, “Kamu juga bisa mencoba menambahkan sedikit glitter pada kuku lainnya untuk memberikan kesan mewah. Ini akan melengkapi penampilanmu di bawah lampu sorot.”
Klien itu terlihat puas dengan saran mereka. Tari, yang mengamati, merasa lebih percaya diri dan mulai membantu menyiapkan kuku klien dengan hati-hati.
“Lihat, Tari,” kata Maya sambil tersenyum. “Kamu semakin baik setiap harinya.”
---
Konfrontasi dengan Nia
Di penghujung hari, Nadia memutuskan untuk menemui Nia langsung. Dia merasa ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kejelasan.
Mereka bertemu di sebuah kafe kecil yang tenang. Nia, seperti biasa, tersenyum tipis saat melihat Nadia datang.
“Aku tahu apa yang kamu lakukan,” kata Nadia langsung. “Dan aku punya bukti bahwa kamu terlibat dalam menyebarkan rumor itu.”
Nia mengangkat alis. “Kalau begitu, kenapa kamu tidak melaporkanku saja?”
“Aku ingin memberimu kesempatan untuk berhenti sekarang. Jika kamu terus seperti ini, aku tidak akan tinggal diam.”
Ekspresi Nia berubah menjadi dingin. “Kamu pikir ini hanya tentang kamu, Nadia? Dunia ini penuh dengan kompetisi. Kalau kamu tidak siap untuk bersaing, mungkin kamu sebaiknya keluar dari sini.”
“Aku tidak takut bersaing. Tapi aku tidak akan mengorbankan prinsipku untuk menang,” balas Nadia sebelum meninggalkan meja.
---
Cliffhanger
Di malam harinya, Nadia menerima pesan dari jurnalis yang telah membantunya.
“Ada informasi baru. Sepertinya seseorang di dalam perusahaan Lila juga mencoba menjatuhkan dia. Ini lebih besar dari yang kita duga.”
Nadia menyadari bahwa dia bukan hanya menghadapi Nia, tetapi juga konflik internal di dalam perusahaan besar. Masalah ini menjadi semakin kompleks, dan Nadia harus memutuskan langkah berikutnya dengan hati-hati.
Komentar
Posting Komentar