Episode 21: Jejak di Balik Bayang

 Daftar isi

https://kukuku-novelcinta.blogspot.com/2024/12/daftar-isi-21-40.html

Malam pembukaan pameran semakin dekat, dan studio Arman dipenuhi dengan persiapan terakhir. Melati mengatur pajangan kain batik yang akan menjadi latar karya Nadia, sementara Daniel sibuk mempersiapkan dokumentasi visual. Nadia, yang biasanya tenang, terlihat gelisah.

Pesan misterius yang dia terima beberapa hari lalu masih menghantuinya. Dia telah memblokir nomor pengirimnya, tetapi pikirannya terus bertanya-tanya siapa yang berada di balik peringatan itu.

---

Malam Pembukaan

Pameran akhirnya dibuka dengan sambutan yang luar biasa. Ruangan dipenuhi seniman, kritikus seni, dan beberapa tokoh publik. Salah satu instalasi utama adalah kolaborasi Nadia dan Bu Melati: sebuah meja besar yang menampilkan kuku palsu berdesain batik dipadukan dengan kain asli sebagai latar.

Raka tiba bersama timnya dan membawa undangan untuk beberapa arsitek terkenal, memberikan suasana profesional di tengah kehangatan seni.

Namun, di tengah keramaian, Nadia merasa ada yang memperhatikannya. Ketika dia menoleh, sepasang mata tajam yang dikenalnya sejak lama menatapnya: Nia.

---

Konfrontasi yang Tak Terduga

Nadia mendekati Nia dengan hati-hati. Mereka belum berbicara sejak pertemuan di kafe.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Nadia dengan nada tegas namun sopan.

Nia tersenyum tipis. “Aku hanya ingin melihat apa yang kamu ciptakan. Lagipula, aku juga bagian dari dunia seni ini.”

“Kalau kamu ingin mendukung seni, kenapa mengirim pesan misterius?” potong Nadia.

Ekspresi Nia berubah menjadi serius. “Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan,” jawabnya dengan nada meyakinkan. “Tapi aku tahu satu hal: kamu harus berhati-hati dengan siapa kamu bekerja. Tidak semua orang di sini punya niat baik.”

---

Keberhasilan yang Tercoreng

Di tengah pameran, CEO perusahaan kosmetik, Lila Wirawan, tiba dengan timnya. Dia tampak puas dengan keramaian dan perhatian yang diterima pameran tersebut.

“Ini benar-benar karya yang luar biasa, Nadia,” katanya. “Kami senang menjadi bagian dari ini.”

Namun, saat acara mendekati puncaknya, seorang reporter dari majalah seni mendekati Nadia.

“Ada rumor bahwa karya ini sebenarnya lebih banyak dikembangkan oleh tim sponsor Anda daripada oleh Anda sendiri. Apa tanggapan Anda?”

Nadia terkejut. “Itu tidak benar. Semua karya di sini adalah hasil kolaborasi saya dengan Bu Melati dan tim kami.”

Reporter itu tersenyum tipis. “Baiklah. Tapi ada beberapa sumber anonim yang berkata sebaliknya. Saya hanya ingin tahu perspektif Anda.”

---

Sinyal Bahaya

Setelah reporter pergi, Nadia merasa ada sesuatu yang salah. Dia mendekati Raka, yang segera menenangkan dirinya.

“Kamu sudah bekerja keras untuk ini,” kata Raka. “Jangan biarkan rumor kecil merusaknya. Kita akan mencari tahu siapa yang menyebarkan berita itu.”

Namun, ketika acara hampir selesai, sebuah pesan baru masuk ke ponsel Nadia:

“Semua orang punya rahasia. Sebagian rahasiamu mungkin tidak akan tetap terkubur.”

Pesan itu tidak menyebutkan pengirimnya, tetapi jelas ada ancaman tersembunyi di dalamnya.

---

Cliffhanger

Nadia menyadari bahwa kesuksesan pameran ini adalah awal dari masalah baru. Siapa yang berusaha merusak reputasinya? Dan apa motif sebenarnya di balik peringatan itu? Di tengah semua pujian dan perhatian, bayangan konflik mulai membayangi langkah Nadia selanjutnya.


Komentar